Di riwayatkan bahawa doa
ini di sampaikan kepada
Nabi oleh Malaikat Jibril
pada suatu pagi ketika Nabi
sedang duduk bersama para
sahabat selepas solat subuh.
Jibril berkata kepada Nabi:
“Aku di utus oleh Allah
membawa Doa Nurun
Nubuwah untuk di
serahkan kepadamu ya
Rasulullah.”
Selain boleh
menghapuskan segala dosa
(kecuali dosa syirik),
banyak lagi fadhilat doa
ini, antaranya:
1. Doa ini boleh di
pergunakan untuk
memohon kekayaan.
Kepada orang yang
berhajatkan kekayaan, doa
ini hendaklah di baca 100
kali pada malam Jumaat.
Tanamkan kunyit dalam
tanah di suatu tempat
sunyi. Banyaknya kunyit
terpulang pada orang yang
memohon kekayaan itu.
Jika di kabulkan Allah,
orang yang mengamalkan
doa ini akan mendapat
alamat apabila kunyit
yang di tanam sudah
bertukar menjadi emas.
2. Jika di baca pada setiap
lepas sembahyang lima
waktu, apa yang kita hajati
insya- Allah akan berhasil.
3. Jika ada raja yang ingin
menjadi pendeta, maka
dengan berkat doa ini
insya-Allah akan tercapai.
4. Demikian juga jika ada
pendita yang ingin
menjadi wali Allah,
dengan membaca doa ini
insya-Allah mendapatnya.
Dan jika ada jin yang
ingin menjadi manusia,
dengan berkat doa ini
insya-Allah jadilah dia
manusia.
5. Jika ada binatang yang
cacat, dengan dibacakan
padanya, insya-Allah
binatang itu akan menjadi
sempurna sifatnya.
6. Jika sesiapa membaca
sekali ketika matahari
hampir terbenam, Allah
akan mengampuni segala
dosanya.
7. Jika anda ada musuh,
bacakan doa ini, insya-
Allah musuh akan
menjadi sayang pada anda.
8. Jika tidak boleh
membaca atau
menghafalnya, tuliskan
doa ini dan simpan dalam
rumah, insya-Allah
terselamat daripada sihir,
ilmu hitam dan penyakit.
9. Apabila di letakkan pada
tanaman, insya-Allah
tanaman itu selamat
daripada segala musuh.
10. Apabila diletakkan pada
tempat yang didiami
syaitan, iblis, jin, hantu
dan segala macam
makhluk halus yang jahat,
insya-Allah mereka semua
akan pergi dari situ.
11. Jika ingin melihat
sesuatu yang indah,
bacakan 100 kali pada
malam sabtu, insya- Allah
anda akan diperlihatkan
keajaiban.
12. Jika anda berperahu di
laut dan membacakan doa
ini, kemudian tiupkan ke
laut, insya-Allah air laut
akan menjadi tawar.
13. Jika dibaca pada malam
minggu, insya-Allah anda
akan awet muda.
14. Jika dibaca pada malam
Isnin, Allah akan
memberikan keselamatan.
15. Jika dibaca pada malam
Selasa, anda akan menjadi
kuat.
16. Jika dibaca pada malam
Rabu, gigi menjadi teguh.
17. Jika dibaca pada malam
Khamis akan
memperelokkan wajah.
18. Jika dibaca pada
binatang buas, insya-Allah
ia akan tunduk.
19. Jika dibaca pada malam
hari, seluruh malaikat akan
turun dari langit
memohonkan ampun
untuk orang yang
membacanya.
20. Jika dibaca pada hari
raya, maka apa yang
dihajat akan segera
berhasil.
21. Rasulullah s.a.w.
bersabda:“Barangsiapa yang
ingin berjumpa dengan
para nabi, bacakan 100 kali
doa ini, kemudian tidur,
insyaAllah akn
brmimpi berjumpa
dengan para nabi dan
sesiapa memandangnya
akan berasa kasih sayang.”
22. Untuk menyembuhkn
orang sakit, baca doa ini
pada minyak. Sapukn
minyak itu pada tempat
yg sakit, insyaAllah
akn sembuh.
23. Demikian juga, jika ada
org yg diganggu
hantu, syaitan, jin,
kerasukan, pengsan atau
gila, bacakan pada minyak
dan sapukn pd org
berkenaan.
24. Andainya anda ingin
mendekati raja, orang
berkedudukan tinggi atau
orang ramai, baca doa ini
setiap hari, insyaAllah
semua akan kasihkn anda.
25. Jika ingin kuat berjalan,
bacakan pada sirih bertemu
urat, kemudian usapkan
daun itu dari kepala sampai
ke dua hujung kaki, insya-
Allah anda akan kuat
berjalan.
26. Jika anda dalam
perjalanan dan ada tanda
akan hujan, bacakan doa
ini, insyaAllah tdk jadi
hujan.
27. Jika terjadi
permusuhn, bacakn
berulang kali, insya-Allah
akan brhenti.
28. Jika akan berangkat ke
medan perang, bacakn doa
ini, insya-Allah tdk di
kejar musuh, sebaliknya
musuh akan bercerai-berai
sesama sendiri.
29. Jika ada wanita yg
sukar bersalin, bacakan doa
ini pada air dalam
mangkuk putih,
minumkan air itu, insya-
Allah bayinya akan cepat
lahir.
30. Jika ada orang sakit
mata, bacakan doa ini dan
hembuskn pada matanya,
insya- Allah lekas sembuh.
31. Apabila ada orang digigit
ular, kena bisa, racun atau
penyakit lain, bacakan doa
ini pada tempat yang luka
atau tempat yang sakit,
insya-Allah lekas sembuh.
32. Jika anda ingin bertemu
raja jin, sucikan diri anda
daripada najis dan hadas,
bacakan doa ini 100 kali
pada malam Jumaat di
tempat yg suci dan
sunyi.
33. Rasulullah
bersabda:”Jika kamu ingin
dimuliakan orang lain,
bacalah doa ini.”
34. Jika anda hendak
melamar seseorang wanita,
berpuasalah sehari dan
jgn tidur pada
malamnya. Bacakan doa ini
terus-menerus di tempat
sunyi. InsyaAllah lamaran
anda diterima.
Inilah doanya:
[url=http://marrtapura.mywapblog.com/files/16m2121dl5.jpg][img]http://marrtapura.mywapblog.com/files/16m2121dl5.jpg[/img]
[/url]
BISMILLAAHIR
RAHMAANIR RAHIIM
“ALLAAHUMMA DZIS
SULTHAANIL ‘AZHIM, WA
DZIL MANNIL QADIIM, WA
DZIL WAJHIL KARIIM, WA
WALIY YIL KALIMAATI
TAAMMAATI WAD
DA’AWAATIL MUSTA
JAABAH, ‘AAQILIL HASANI
WAL HUSAINI MIN ANFUSIL
HAQQI‘AINIL QUDRATI
WAN NAAZHIRIINA
WA’AINIL INSI WAL JINN,
WA IN YAKAADUL
LADZIINA KAFARUU LI
YUZLIQUUNAKA BI
ABSHAARIHIM LAMMAA
SAMI’UDZ DZHIKRA,
WAYAQUULUUNA
INNAHUU LAMAJNUUN,
WA MAA HUWA ILLAA
DZIKRUL LIL‘AALAMIIN.
WA MUSTAJAABU
LUQMAANIL HAKIIM. WA
WARITSU
SULAIMAANABNI
DAAWUDA‘ALAIHIMAS
SALAAM.
AL-WADUUD (tujuh kali AL
WADUUD)…………………….
(Sebutkan hajat di hati
kepada Allah s.w.t.)
DZUL’ARSYIL MAJIID.
THAWWIL ‘UMRII WA
SHAHHIH AJSAADII WAQDHI
HAAJATII WAKTSIR
AMWAALII WA AULAADII
WAJ ALNI HABBIBAN LIN
NAASI AJMA’J IN. WA
TABBA’ADIL’ADAAWATA
KULLA MIMBANII AADAMA
‘ALAIHIS SALAAM. MAN
KAANA HAYYAUW WA
YAHIQQAL QAULU‘ALAL
KAAFIRIIN. WA QUL JAA AL
HAQQU WA ZAHAQAL
BAATHIL, INNA BAATHILA
KAANA ZAHUUQAA. WA
NUNAZZI LU MINAL
QUR’AANI MAA HUWA
SYIFAAUW WARAHMATUL
LIL MUKMINIIN. WA LAA
YAZIIDUZH ZHAALIMIINA
ILLAA KHASAARAA.
SUBHAANA RABBIKA
RABBIL‘IZZATI ‘AMMAA
YASHIFUUN, WA
SALAAMUN‘ALAL
MURSALIIN, WAL HAMDU
LIL LAAHI RABIIL
‘AALAMIIN”.
Ertinya:
“Ya Allah, Zat Yang
memiliki kekuasaan yang
agung, yang memiliki
anugerah yang terdahulu,
memiliki wajah yang
mulia, menguasai kalimat-
kalimat yg sempurna,
dan doa-doa yg
mustajab, penanggung
Hasan dan Husain dari
jiwa-jiwa yg haq, dari
pandangan mata yg
memandang, dari
pandangan mata manusia
dan jin. Dan sesungguhnya
orang2 kafir benar-
benar akan
menggelincirkan kamu
dengan pandangan mereka,
ketika mereka mendengar
Al-Quran dan mereka
berkata:“Sesungguhnya
(Muhammad) benar-benar
orang yang gila, dan al-
Quran itu tidak lain
hanyalah peringatan bagi
seluruh umat. Dan yang
mengijabahi Luqmanul
hakim, dan Sulaiman telah
mewarisi Daud a.s.
Alwadud (Allah adalah Zat
Yang Maha Pengasih)
(tujuh kali Alwadud)
………………(sebutkan hajat di
hati kepada Allah) yang
memiliki singgasana yang
Maha Mulia,
panjangkanlah umurku,
sihatlah jasad tubuhku ,
kabulkan hajatku,
perbanyakkanlah harta
bendaku dan anakku
(pengikutku), cintakanlah
semua manusia dan
jauhkanlah permusuhan
dari anak cucu Nabi Adam
a.s., orang2 yg
masih hidup (dihatinya)
dan semoga tetap ancaman
siksa bagi orang2 kafir. Dan katakanlah :
“Yang haq telah datang dan
yang batil telah musnah,
sesungguhnya perkara
yang batil itu pasti
musnah”. Dan Kami
turunkan dari Al-Quran
suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman,
dan Al-Quran tidak akan
menambah kepada orang-
orang yang berbuat aniaya
melainkan hanya
kerugian. Maha Suci Allah
Tuhanmu Tuhan Yang
Maha Mulia dari sifat-sifat
yang di berikan oleh orang2 kafir. Dan semoga
keselamatan bagi para
Rasul. Dan segala puji bagi
Allah Tuhan Semesta
Alam.”
Kamis, 16 Juni 2011
Rabu, 27 April 2011
Amalan Mahabbah mujarab untuk mendapatkan cinta seorang wanita yg kita idamkan
Dibaca 7x stiap selesai salat fardhu
Bismilahirahmanirahim. Alhamdulillahi rabbil alamiin. Tawakkal yaa jibriilu anta wa 'a 'waanuka bihaqqi 'aziizil jabbaaril kariimil wahhaabil qahhaar. Allahumma Alqi mahabbata...... (sebut nama seseorg/nama sendiri) fii qalbi..... (sebut nama kekasihnya) . Bihaqqi shirathal ladziina an 'amta' alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim wa ladhaliin. Wabihaqqil qaahiril 'aziizil jaliilil kabiiri tawakal anta wa 'a'wanuka saami'an muthii'an wa alqau mahabbatan..... (sebut nama anda) fii qalbi..... (sebut nama kekasihnya) bihaqqi yuhibbuu nahum kahubbillahi waladziina aamanuu asyaddu hubbalillah
NB: Amalan ini di ijazahkn hanya untuk yg berniat serius untuk mempunyai istri. Bila digunakan hanya untuk main2 saya tidak ridho mengamalkannya
Bismilahirahmanirahim. Alhamdulillahi rabbil alamiin. Tawakkal yaa jibriilu anta wa 'a 'waanuka bihaqqi 'aziizil jabbaaril kariimil wahhaabil qahhaar. Allahumma Alqi mahabbata...... (sebut nama seseorg/nama sendiri) fii qalbi..... (sebut nama kekasihnya) . Bihaqqi shirathal ladziina an 'amta' alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim wa ladhaliin. Wabihaqqil qaahiril 'aziizil jaliilil kabiiri tawakal anta wa 'a'wanuka saami'an muthii'an wa alqau mahabbatan..... (sebut nama anda) fii qalbi..... (sebut nama kekasihnya) bihaqqi yuhibbuu nahum kahubbillahi waladziina aamanuu asyaddu hubbalillah
NB: Amalan ini di ijazahkn hanya untuk yg berniat serius untuk mempunyai istri. Bila digunakan hanya untuk main2 saya tidak ridho mengamalkannya
Selasa, 08 Februari 2011
Dzikir shalawat malaikat.
Oleh ; Murid Balya Ibnu Malkan
Salamun ‘ala Jibriil wa Mikaa-iil wa Isroofiil wa
‘ Izroo-iil
1.”AllaaHumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaa Jibriil”
100x tiap ba’da sholat
Maghrib.
Hakikat dari salawat, salam,
dan tabaruk adalah kalimat
silaturrahmi yang
dihubungkan oleh Allah antara
yang mengucapkan dengan
yang dituju. Ketika seseorang
mengucapkan tiga ucapan
permohonan itu, maka Allah
akan mengembalikan ucapan
doa/permohonan itu kepada
yang mengucapkannnya. Tentu
saja sangat sulit dibayangkan
bagaimana
hakikat dan energi salawat,
salam, dan tabaruk itu akan
hadir, jika datangnya dari
Allah Swt.
Hikmah permohonan salawat,
salam, dan tabaruk untuk
Malaikat Jibril As, insya Allah
akan ditampakkan makna-
makna dari ayat-ayat Allah
yang bersifat qowliyyah
maupun kawniyyah, yang
lahiriah maupun batiniah,
yang di bumi maupun yang di
langit, serta adanya
kemudahan dalam
mengamalkannya di dalam
kehidupan sehari-hari.
Ketajaman potensi ilham
tampak kuat dalam diri setiap
hamba-Nya yang mempunyai
hubungan yang erat dengan
malaikat ini.
2.”AllaaHumma sholli wa
sallim wa baarik ‘alaa Mikaa-
iil” 100x tiap ba’da sholat
Isya.
Hikmah permohonan salawat,
salam, dan tabaruk untuk
Malaikat Mikail As, insya
Allah akan ditampakkan rezeki
yang halal dan hak dalam
pandangan Allah dan Rasul-
Nya, serta dapat berkomunikasi
dengan gejala-gejala alam dan
ekosistem alam semesta.
3. “AllaaHumma sholli wa
sallim wa baarik ‘alaa al-
MulQiyaat Dzikroo” 100x tiap
ba’da sholat Asar.
Hikmah permohonan salawat,
salam, dan tabaruk untuk para
Malaikat al-Mulqiyat Dzikr
As, insya Allah akan
senantiasa diberi kekuatan
dalam memelihara kesadaran
ingatan. Kesadaran dan
keingatan sebagai hamba
dihadapan-Nya dan sebagai
khalifah dihadapan makhlik-
Nya atau alam semesta.
4. “AllaaHumma sholli wa
sallim wa baarik ‘alaa as-
SaabiQot SabQoo” 100x tiap
ba’da sholat zhuhur.
Hikmah permohonan salawat,
salam, dan tabaruk untuk para
Malaikat as-Sabiqot Sabq As,
insya Allah akan ditampakkan
peristiwa masa depan.
5. “AllaaHumma sholli wa
sallim wa baarik ‘alaa al-
FaariQoot” 100x tiap waktu
dhuha.
Hikmah permohonan salawat,
salam, dan tabaruk untuk para
Malaikat al-Fariqot As, insya
Allah akan senantiasa
dibukakan dengan sejelas-
jelasnya antara yang halal dan
yang haram, yang manfaat dan
yang mudhorot, yang haq dan
yang batil, dsb. Sehingga diri
ini akan senantiasa terjaga
dari kedurhakaan dan
pengingkaran terhadap Allah
Swt, dari celaka dan kehinaan,
dari kesia-siaan dan
kehancuran
Minggu, 23 Januari 2011
Asma Malaikat Rajah
BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM YA AMWAKIILU BIHAQQI GHONAA KAFA
YA ROHIIMU KULLI SORIIKHIN WA
MAKRUUBIN WA GIYATSAHU WA
MA’ADZAHU.
Tatacara & Khasiat Asma’ Malaikat Rajah :
1. Asma’ ini dibaca 7000 x setiap hari selama 3 hari,
Mulai membacanya haruslah pada hari Minggu
atau senin atau kamis ketika terang bulan mulai
membacanya ketika terbit matahari
Khasiatnya :
1. Di Cintai semua Mahluk
2. Asma’ Malaikat rajah dan nama orang yg anda
cintai di tulis pada kertas putih kemudian di
bacakan 100 x lalu kertas tsb dilemparkan ke
sungai kemudian bacakan lagi asma’ nya 100 x
ke sungai tsb sambil di gambarkan dalam hati
orang yng anda maksud, maka orang tsb akan
gila karena mencintai anda
3. Di baca tiap Subuh 150 x , Maka akan di ta’ati oleh
semua mahluq dan di jaga dari semua mara
bahaya dan susah, di hasilkan semua maksudnya
4. Apabila anda ingin menundukkan semua khodam
golongan malaikat ruhani baik yg ada dibumi
maupun dilangit dan anda ingin menundukkan
hati semua mahluknya alloh, Bacalah asma’
malaikat rajah setiap hari 100 selama 41 hari
5. Asma malaikat rajah dibaca setiap hari 360 x ,
setiap mendapatkan 100 x membaca sholawat 1
x, Maka apabila anda di tahan/ Penjara akan di
bebaskan, Apabila banyak hutang akan di lunasi
oleh alloh, Apabila sakit di sembuhkan, Apabila
Faqir maka allloh akan jadikan anda seorang yg
kaya raya.
YA ROHIIMU KULLI SORIIKHIN WA
MAKRUUBIN WA GIYATSAHU WA
MA’ADZAHU.
Tatacara & Khasiat Asma’ Malaikat Rajah :
1. Asma’ ini dibaca 7000 x setiap hari selama 3 hari,
Mulai membacanya haruslah pada hari Minggu
atau senin atau kamis ketika terang bulan mulai
membacanya ketika terbit matahari
Khasiatnya :
1. Di Cintai semua Mahluk
2. Asma’ Malaikat rajah dan nama orang yg anda
cintai di tulis pada kertas putih kemudian di
bacakan 100 x lalu kertas tsb dilemparkan ke
sungai kemudian bacakan lagi asma’ nya 100 x
ke sungai tsb sambil di gambarkan dalam hati
orang yng anda maksud, maka orang tsb akan
gila karena mencintai anda
3. Di baca tiap Subuh 150 x , Maka akan di ta’ati oleh
semua mahluq dan di jaga dari semua mara
bahaya dan susah, di hasilkan semua maksudnya
4. Apabila anda ingin menundukkan semua khodam
golongan malaikat ruhani baik yg ada dibumi
maupun dilangit dan anda ingin menundukkan
hati semua mahluknya alloh, Bacalah asma’
malaikat rajah setiap hari 100 selama 41 hari
5. Asma malaikat rajah dibaca setiap hari 360 x ,
setiap mendapatkan 100 x membaca sholawat 1
x, Maka apabila anda di tahan/ Penjara akan di
bebaskan, Apabila banyak hutang akan di lunasi
oleh alloh, Apabila sakit di sembuhkan, Apabila
Faqir maka allloh akan jadikan anda seorang yg
kaya raya.
ILMU KHODAM SAYYID KANDIYAS (Khodam hizib ayat kursi)
Di riwayatkan oleh Imam Syeikh Ahmad Ali
AL-Buuni “ Apabila Anda menginginkan
Khodam Sayyid kandiyas (khodam ayat
kursy)“
1. Bertawakkaal kepada Alloh ( berserah diri
dgn semua urusan )
2. Sucikan Hatimu,tempatmu,pakaianmu
3. Bersihkan Niatmu
4. Masuk ke tempat kholwat ( menyepi )
pada hari selasa ketika sholat Shubuh 4hari
yang berakhir Sabtu pagi
5. Menyediakan Bukhur yang tidak
ditentukan jenisnya ( sesuatu yang
menimbulkan wangi bisa kemenyan bisa
dgn minyak wangi )
6. Membaca Azimah Ayat Kursy setiap ba,da
sholat fardu 72x dengan di sertai
wewangian ( bukhur ).
Syeikh Ahmad ibni Ali Al-Buuni berkata “
Ketahuilah wahai saudaraku Alloh telah
memberikan Taufik kepadaku juga
kepadamu, Sesungguhnya engkau akan
mendengar pada malam pertama ( malam
rabu ) ditengah tempat kamu berkholwat
satu suara seperti suara ringkik himar
( keledai ), maka janganlah engkau takut
dan kaget karena sesungguhnya mereka
( Iblis cs ) tidak akan kuasa untuk
mencelakakan dirimu.
Pada malam ke dua ( Malam Kamis ) maka
sesungguhnya engkau akan mendengar
suara pada tengah malam diatas tempat
kamu berkholwat suara berlarinya kuda,
maka janganlah takut dan kaget.
Pada malam k eke tiga ( malam Jum’at ) di
tengah malam akan masuk kepadamu 3
kucing yang berwarna
Merah,Putih,Hitam ,mereka masuk dari pintu
tempat anda berkholwat lalu keluar dari
depan anda, janganlah takut dan kaget
karena sesungguhnya mereka ( Iblis cs )
tidak akan kuasa untuk mencelakakan
dirimu karena Azimah ayat kursy merupakan
hijab dari gangguan mereka.
Pada malam ke Empat tengah malam
wangikanlah tempat anda berkholwat
sambil anda menghadap qiblat bacalah
Azimah Ayat Kursy 1x , maka sesungguhnya
dinding tempat anda berkholwat akan
terbelah dan masuk seorang khodam yang
dipenuhi oleh cahaya maka janganlah takut
dan jangan teputus dari wewangian
sehingga dia berbicara “ Assalamu alaika
wahai Hamba Alloh “ maka balaslah
salamnya Wa alaikas salam warohmatullohi
wabarakatuh, maka dia berkata “ Apa yang
anda kehendaki dari kami wahai Hamba
Alloh “, Maka katakanlah padanya Aku tidak
menginginkan darimu apa-apa kecuali
engkau membantuku sampai habis sisa
umurku, Maka khodam Sayyid Kandiyas
berkata “Ambillah Cincin emas ini yang
mana pada cincin ini terukir Asma’ Alloh
Yang agung cincin ini sebagai pengikat
antara aku dan kamu apabila engkau
menginginkan kehadiranku pakailah cincin
ini ditangan kananmu lalu baca Azimah Ayat
kursy 3x kemudian ucapkanlah olehmu “ YA
MALAKU KANDIYAS AJIBNI
BIHUDURIKA” (hai malaikat Kandiyas
jawablah aku dengan kehadiranmu), maka
aku akan hadir dihadapanmu dan akan
membantu dengan apa-apa yang kamu
inginkan dengan berbagai macam pekerjaan
khowariqul adat.
Telah berkata Syeikh Abu hamid Al-Ghozali
tentang rahasianya Azimah ayat kursi ini,
Imam ghozali berkata “ Tidak terdapat di
alam ini do’a yang lebih cepat untuk
melapangkan segala urusan pada waktu
berat/tedesak dari do’a ini caranya yaitu:
1. Membaca ayat kursy 313x
2. Membaca Azimah ayat kursy7x setelah
membaca ayat kursy
3. Waktu membacanya pada tengah malam
di tempat yg suci dari najis serta sepi dari
manusia
Berkata As-Syeikh al-imam Ahmad ibni Ali
Al-buuny “ Membaca Azimah Ayat Kursy tiap
ba’da Sholat Fardu 20x dapat menundukkan
khodam ayat kursy yang bernama Sayyid
Kandiyas “
Dan telah berkata para Ulama Ahli Khowas
( yg mempunyai ke khususan ) “ Barang
siapa yang mendawamkan/membiasakan
membaca Azimah ayat Kursy tiap hari 1x
setelah terlebih dahulu membaca Ayat
kursy 50x atau 170x , maka Alloh akan
menundukkan baginya semua manusia dan
Alloh akan membukakan baginya semua
yang terkunci Dan Alloh akan memudahkan
kepadanya perkara-perkara sulit dengan
mudah, Berikut di bawah ini Azimah yang di
maksud :
ALHAMDULILLAHI ROBBIL A’LAMIN WAS
SHOLATU WAS SALAMU A’LA SAYYIDINA
MUHAMMADIN WA A’LA ALIHI WA
SHOHBIHI WA SALLIM ALLOHUMMA INNI
AS ALUKA WA ATAWASSALU ILAIKA ( YA
ALLOHU 3X ) ( YA ROHMANU 3X ) (YA
ROHIMU 3X ) ( YA ROBBAHU 3X ) ( YA
SAYYIDAH 3X ) ( YA HU 3X ) YAGIYASI
INDA SIDDATI YA ANISI INDA WAHDATI
YA MUJIBI INDA DA’WATI ( YA ALLOHU 3X )
( ALLOHU LA ILAHA ILLA HUWAL HAYYUL
QOYYUM ) YA HAYYU YA QOYYUMU YA
MAN TAQUMUS SAMAWATI WAL ARDO BI
AMRIHI YA JAMIAL MAHLUQOTI TAHTA
LUTFIHI WA QOHRIHI AS ALIKA AN
TASHORO LI RUHANIYATA HADZIHIL
AYATAS SYARIFATA TU’INUNI A’LA QODOI
HAWAIJI YA MAN
( LA TA’HUDZUHU SINATUN WA LA NAUM )
IHDINA ILAL HAQQI WA ILA TORIQIM
MUSTAQIM HATTA ASTARIHA MINAL
LAUMI LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA
INNI KUNTU MINADZ DZOLIMIN YA MAN
( LAHU MA FIS SAMAWATI WAL ARDI MAN
DZAL LADZI YASYFA’U INDAHU ILLA BI
IDZNIH) ALLOHUMMA ISYFA’ LI WA
ARSYIDNI FIMA URIDU MIN QODOI
HAWAIJI WA ISBATI QOULI WA FI’LI WA
A’MALI WA BARRIK LI FI AHLI YA MAN
( YA’LAMU MA BAINA AYDIHIM WAMA
HOLFIHIM WALA YUHITUNA BISYAYIN MIN
ILMIHI ) YA MAN YA’LAMU DOMIRO
IBADIHI SIRRON WA JAHRON AS ALIKA
ALLOHUMMA AN TASHORO LI KHUDDAMU
HADZIHIL AYATIL A’DZIMATI WAD
DA’WATIL MUNIFATI YAKUNUNA LI
AUNAN A’LA QODOI HAWAIJI ( HAYLAN
2X ) ( JAULAN 2X ) ( MALAKAN 2X ) YA MAN
LA YATASORROFU FI MULKIHI
( ILLA BI MASYA WASI’A KURSIYYUHUS
SAMAWATI WAL ARDI ) SAHHIR LI ABDAKA
KANDIYAS HATTA YUKALLIMANI FFI HALI
YAQDOTI WA YUI’NANI FI JAMI’I HAWAIJI
YA MAN
( WALA YAUDUHU HIFDZUHUMA WA HUWAL
A’LIYYUL A’DHIM) YAHAMIDU YAMAJIDU YA
BA’ISU YA SAHIDU YA HAQQU YA WAKILU
YA QOWIYYU YA MATINU KUN LI AUNAN
A’LA QODOI HAWAIJI BI ALFI ALFI LA
HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL
ALIYYIL ADHIMI AQSAMTU ALAIKA
AYYUHAS SAYYIDUL KANDIYAS AJIBNI
ANTA WA HUDDAMUKA WA AI’NUNI FI
JAMI’I UMURI BI HAQQI MA
TA’TAQIDUNAHU MINAL A’DHOMATI WAL
KIBRIYAI WA BIHAQQI HADZIHIL AYATIL
A’DHOMATI WABISAYYIDINA
MUHAMMADIN ALAIHIS SOLATU WAS
SALAMU AJIB AYYUHAS SAYYIDUL
KANDIYAS ASRO’A MINAL BARQI WA MA
AMRUNA ILLA WAHIDATIN KA LAMHI BIL
BASORI AW HUWA AQROBU INNALLOHA
A’LA KULLI SAYIN QODIR WASOLLALLOHU
A’LA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA A’LA
ALIHI WA SALLAMA TASLIMAN KATSIRO
WAL HAMDULILLAHI ROBBIL A’LAMIN.
AL-Buuni “ Apabila Anda menginginkan
Khodam Sayyid kandiyas (khodam ayat
kursy)“
1. Bertawakkaal kepada Alloh ( berserah diri
dgn semua urusan )
2. Sucikan Hatimu,tempatmu,pakaianmu
3. Bersihkan Niatmu
4. Masuk ke tempat kholwat ( menyepi )
pada hari selasa ketika sholat Shubuh 4hari
yang berakhir Sabtu pagi
5. Menyediakan Bukhur yang tidak
ditentukan jenisnya ( sesuatu yang
menimbulkan wangi bisa kemenyan bisa
dgn minyak wangi )
6. Membaca Azimah Ayat Kursy setiap ba,da
sholat fardu 72x dengan di sertai
wewangian ( bukhur ).
Syeikh Ahmad ibni Ali Al-Buuni berkata “
Ketahuilah wahai saudaraku Alloh telah
memberikan Taufik kepadaku juga
kepadamu, Sesungguhnya engkau akan
mendengar pada malam pertama ( malam
rabu ) ditengah tempat kamu berkholwat
satu suara seperti suara ringkik himar
( keledai ), maka janganlah engkau takut
dan kaget karena sesungguhnya mereka
( Iblis cs ) tidak akan kuasa untuk
mencelakakan dirimu.
Pada malam ke dua ( Malam Kamis ) maka
sesungguhnya engkau akan mendengar
suara pada tengah malam diatas tempat
kamu berkholwat suara berlarinya kuda,
maka janganlah takut dan kaget.
Pada malam k eke tiga ( malam Jum’at ) di
tengah malam akan masuk kepadamu 3
kucing yang berwarna
Merah,Putih,Hitam ,mereka masuk dari pintu
tempat anda berkholwat lalu keluar dari
depan anda, janganlah takut dan kaget
karena sesungguhnya mereka ( Iblis cs )
tidak akan kuasa untuk mencelakakan
dirimu karena Azimah ayat kursy merupakan
hijab dari gangguan mereka.
Pada malam ke Empat tengah malam
wangikanlah tempat anda berkholwat
sambil anda menghadap qiblat bacalah
Azimah Ayat Kursy 1x , maka sesungguhnya
dinding tempat anda berkholwat akan
terbelah dan masuk seorang khodam yang
dipenuhi oleh cahaya maka janganlah takut
dan jangan teputus dari wewangian
sehingga dia berbicara “ Assalamu alaika
wahai Hamba Alloh “ maka balaslah
salamnya Wa alaikas salam warohmatullohi
wabarakatuh, maka dia berkata “ Apa yang
anda kehendaki dari kami wahai Hamba
Alloh “, Maka katakanlah padanya Aku tidak
menginginkan darimu apa-apa kecuali
engkau membantuku sampai habis sisa
umurku, Maka khodam Sayyid Kandiyas
berkata “Ambillah Cincin emas ini yang
mana pada cincin ini terukir Asma’ Alloh
Yang agung cincin ini sebagai pengikat
antara aku dan kamu apabila engkau
menginginkan kehadiranku pakailah cincin
ini ditangan kananmu lalu baca Azimah Ayat
kursy 3x kemudian ucapkanlah olehmu “ YA
MALAKU KANDIYAS AJIBNI
BIHUDURIKA” (hai malaikat Kandiyas
jawablah aku dengan kehadiranmu), maka
aku akan hadir dihadapanmu dan akan
membantu dengan apa-apa yang kamu
inginkan dengan berbagai macam pekerjaan
khowariqul adat.
Telah berkata Syeikh Abu hamid Al-Ghozali
tentang rahasianya Azimah ayat kursi ini,
Imam ghozali berkata “ Tidak terdapat di
alam ini do’a yang lebih cepat untuk
melapangkan segala urusan pada waktu
berat/tedesak dari do’a ini caranya yaitu:
1. Membaca ayat kursy 313x
2. Membaca Azimah ayat kursy7x setelah
membaca ayat kursy
3. Waktu membacanya pada tengah malam
di tempat yg suci dari najis serta sepi dari
manusia
Berkata As-Syeikh al-imam Ahmad ibni Ali
Al-buuny “ Membaca Azimah Ayat Kursy tiap
ba’da Sholat Fardu 20x dapat menundukkan
khodam ayat kursy yang bernama Sayyid
Kandiyas “
Dan telah berkata para Ulama Ahli Khowas
( yg mempunyai ke khususan ) “ Barang
siapa yang mendawamkan/membiasakan
membaca Azimah ayat Kursy tiap hari 1x
setelah terlebih dahulu membaca Ayat
kursy 50x atau 170x , maka Alloh akan
menundukkan baginya semua manusia dan
Alloh akan membukakan baginya semua
yang terkunci Dan Alloh akan memudahkan
kepadanya perkara-perkara sulit dengan
mudah, Berikut di bawah ini Azimah yang di
maksud :
ALHAMDULILLAHI ROBBIL A’LAMIN WAS
SHOLATU WAS SALAMU A’LA SAYYIDINA
MUHAMMADIN WA A’LA ALIHI WA
SHOHBIHI WA SALLIM ALLOHUMMA INNI
AS ALUKA WA ATAWASSALU ILAIKA ( YA
ALLOHU 3X ) ( YA ROHMANU 3X ) (YA
ROHIMU 3X ) ( YA ROBBAHU 3X ) ( YA
SAYYIDAH 3X ) ( YA HU 3X ) YAGIYASI
INDA SIDDATI YA ANISI INDA WAHDATI
YA MUJIBI INDA DA’WATI ( YA ALLOHU 3X )
( ALLOHU LA ILAHA ILLA HUWAL HAYYUL
QOYYUM ) YA HAYYU YA QOYYUMU YA
MAN TAQUMUS SAMAWATI WAL ARDO BI
AMRIHI YA JAMIAL MAHLUQOTI TAHTA
LUTFIHI WA QOHRIHI AS ALIKA AN
TASHORO LI RUHANIYATA HADZIHIL
AYATAS SYARIFATA TU’INUNI A’LA QODOI
HAWAIJI YA MAN
( LA TA’HUDZUHU SINATUN WA LA NAUM )
IHDINA ILAL HAQQI WA ILA TORIQIM
MUSTAQIM HATTA ASTARIHA MINAL
LAUMI LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA
INNI KUNTU MINADZ DZOLIMIN YA MAN
( LAHU MA FIS SAMAWATI WAL ARDI MAN
DZAL LADZI YASYFA’U INDAHU ILLA BI
IDZNIH) ALLOHUMMA ISYFA’ LI WA
ARSYIDNI FIMA URIDU MIN QODOI
HAWAIJI WA ISBATI QOULI WA FI’LI WA
A’MALI WA BARRIK LI FI AHLI YA MAN
( YA’LAMU MA BAINA AYDIHIM WAMA
HOLFIHIM WALA YUHITUNA BISYAYIN MIN
ILMIHI ) YA MAN YA’LAMU DOMIRO
IBADIHI SIRRON WA JAHRON AS ALIKA
ALLOHUMMA AN TASHORO LI KHUDDAMU
HADZIHIL AYATIL A’DZIMATI WAD
DA’WATIL MUNIFATI YAKUNUNA LI
AUNAN A’LA QODOI HAWAIJI ( HAYLAN
2X ) ( JAULAN 2X ) ( MALAKAN 2X ) YA MAN
LA YATASORROFU FI MULKIHI
( ILLA BI MASYA WASI’A KURSIYYUHUS
SAMAWATI WAL ARDI ) SAHHIR LI ABDAKA
KANDIYAS HATTA YUKALLIMANI FFI HALI
YAQDOTI WA YUI’NANI FI JAMI’I HAWAIJI
YA MAN
( WALA YAUDUHU HIFDZUHUMA WA HUWAL
A’LIYYUL A’DHIM) YAHAMIDU YAMAJIDU YA
BA’ISU YA SAHIDU YA HAQQU YA WAKILU
YA QOWIYYU YA MATINU KUN LI AUNAN
A’LA QODOI HAWAIJI BI ALFI ALFI LA
HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL
ALIYYIL ADHIMI AQSAMTU ALAIKA
AYYUHAS SAYYIDUL KANDIYAS AJIBNI
ANTA WA HUDDAMUKA WA AI’NUNI FI
JAMI’I UMURI BI HAQQI MA
TA’TAQIDUNAHU MINAL A’DHOMATI WAL
KIBRIYAI WA BIHAQQI HADZIHIL AYATIL
A’DHOMATI WABISAYYIDINA
MUHAMMADIN ALAIHIS SOLATU WAS
SALAMU AJIB AYYUHAS SAYYIDUL
KANDIYAS ASRO’A MINAL BARQI WA MA
AMRUNA ILLA WAHIDATIN KA LAMHI BIL
BASORI AW HUWA AQROBU INNALLOHA
A’LA KULLI SAYIN QODIR WASOLLALLOHU
A’LA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA A’LA
ALIHI WA SALLAMA TASLIMAN KATSIRO
WAL HAMDULILLAHI ROBBIL A’LAMIN.
Minggu, 31 Oktober 2010
KEUTAMAAN DAN FADILAH SALAWAT FATIH
KEUTAMAAN SALAWAT FATIH ADALAH
1. Membaca sholawat al-Fatih 1x setiap hari di
jamin hidup bahagia dunia dan akhirat
2. Membaca sholawat al-Fatih 1x menghapus
semua dosa
3. Membaca sholawat al-Fatih 1x menyamai
pahala ibadah semua mahluk di alam semesta ini
6000x lipat
4. Membaca sholawat al-Fatih 1x menyamai
pahala sholawat yang dibaca oleh seluruh mahluk
dari awal di ciptakan sampai sekarang 600x lipat
5. Membaca sholawat al-Fatih 1x setiap hari, di
jamin mati membawa iman ( husnul khotimah ).
6. Membaca sholawat al-Fatih 10x di malam
jum ’at lebih besar pahalanya dari pada ibadah
seorang wali yang tidak membaca sholawat al-
Fatih selama 1 juta tahun.
7. Pahala sholawat al-Fatih dapat menutupi dan
mengganti kesalahan yang pernah ia lakukan
terhadap orang lain, sehingga ia dapat mengganti
tuntutannya di hari kiamat.
8. Membaca sholawat al-Fatih 100x di malam
jum ’at menghapus dosa 400 tahun.
9. Syekh Ahmad at-Tijany r.a
berkata : ”Keistimewaan sholawat al-Fatih sangat
sulit di terima oleh akal, karena ia merupakan
rahasia Allah SWT yang tersembunyi. Seandainya
ada 100,000 bangsa, yang setiap bangsa itu
terdiri dari 100,000 kaum, dan setiap kaum terdiri
dari 100,000 orang, dan setiap orang diberi umur
panjang oleh Allah SWT sampai 100,000 tahun,
dan setiap orang bersholawat kepada nabi setiap
hari 100,000 x, semua pahala itu belum dapat
menandingi pahala membaca sholawat al-Fatih
1x.
( al-Fathur Robbany karya Sayyid Muhammad
bin Abdillah as-Syafi`ie at-Thoshfaawy at-
Tijany hal 99-100 )
BISMILLAHIRRAHMANNIRRAHIM
Allahumma Salli'Ala Sayyidina Muhammadil Fatihi Lima Ughliqa wal Khatimi Lima Sabaqa Nasril Haqqi Bil Haqqi Wal Hadi Ila Siratikal Mustaqim wa Ala Alihi Haqqa Qadrihi wa Miqdarihil Azim
Jumat, 22 Oktober 2010
ANDAI AL-QUR'AN BISA BICARA
kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu', Aku kau sentuh dalam keadaan
suci,
Aku kau pegang
Aku.., kau junjung dan kau pelajari
Aku.., engkau baca dengan suara lirih atau pun
keras setiap hari
Setelah selesai engkau menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa..............
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi
padaku...
Apakah Aku bahan bacaan usang yang tinggal
sejarah...?
Menurutmu, mungkin Aku bahan bacaan yang
tidak menambah pengetahuanmu
Atau, menurutmu Aku hanya untuk anak kecil
yang belajar mengaji.......
Sekarang, Aku tersimpan rapi sekali, sehingga
engkau lupa di mana Aku tersimpan
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai
pengisi setormu.
Kadang kala Aku dijadikan mas kawin agar
engkau dianggap bertaqwa
Atau Aku kau buat penangkal untuk menakuti
iblis dan syaitan
Kini Aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam
kesendirian, kesepian.
Di dalam almari, di dalam laci, Aku engkau
pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku
engkau baca beberapa halaman.
Di waktu petang, Aku kau baca beramai-ramai
bersama temanmu di surau.....
Sekarang...seawal pagi sambil minum
kopi...engkau baca surat khabar dahulu
Waktu lapang engkau membaca buku karangan
manusia
Sedangkan Aku yang berisi ayat-ayat yang
datang dari Allah Azzawajalla,
Engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerja pun kadang engkau lupa
baca pembuka surah2ku(Bismillah).
Di dalam perjalanan engkau lebih asyik
menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang
terdapat di dalam keretamu
Sepanjang perjalanan, radiomu selalu tertuju ke
stesyen radio kesukaanmu
Mengasyikkan.
Di meja kerjamu tidak ada Aku untuk kau baca
sebelum kau mulai kerja
Di komputermu pun kau putar musik favoritemu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku.........
E-mel temanmu yang ada ayat-ayatku pun kau
abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan dunia mu
Benarlah dugaanku bahawa engkau kini sudah
benar-benar hampir melupaiku
Bila malam tiba engkau tahan bersekang mata
berjam-jam di depan TV.
Menonton siaran televisyen
Di depan komputer berjam-jam engkau betah
duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan
gambar sampah
Waktupun cepat berlalu.........
Aku semakin kusam dalam laci-laci mu
Mengumpul debu atau mungkin dimakan hama
Seingatku, hanya awal Ramadhan engkau
membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku.
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu
dulu
Engkaupun kini terangkak-rangkak ketika
membacaku
Atau waktu kematian saudara atau taulan mu
Bila engkau di kubur sendirian menunggu
sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat
suruhanNya
Apakah TV, radio ,hiburan atau komputer dapat
menolong kamu?
Yang pasti ayat-ayat Allah s.w.t yang ada padaku
menolong mu
Itu janji Tuhanmu, Allah s.w.t
Sekarang engkau begitu enteng membuang
waktumu...
Setiap saat berlalu...
Dan akhirnya.....
kubur yang setia menunggu mu...........
Engkau pasti kembali, kembali kepada Tuhanmu
Jika Aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan
tampan.
Yang akan membantu engkau membela diri
Dalam perjalanan ke alam akhirat.
Dan Akulah "Al-Qur'an",kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan
melindungimu.
Peganglah Aku kembali.. .. bacalah Aku kembali
aku setiap hari.
Kerana ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat-
ayat suci.
Yang berasal dari Allah Azzawajalla
Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah
Yang disampaikan oleh Jibril melalui Rasulmu
Keluarkanlah segera Aku dari almari, lacimu.......
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu.
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.
Sentuhilah Aku kembali...
Baca dan pelajari lagi Aku....
Setiap datangnya pagi, petang dan malam hari
walau secebis ayat
Seperti dulu.... Waktu engkau masih kecil
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan engkau biarkan Aku sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Selasa, 28 September 2010
LANGKAH-LANGKAH MENAJAMKAN MATA BATIN
LANGKAH-LANGKAH MEMPERKUAT
CAHAYA BATHIN
Ada beberapa langkah yang memiliki
pengaruh positif terhadap
kecemerlangan Cahaya Batin manusia,
yaitu :
> 1. Zikir
> 2. Do'a
> 3. Shalawat Nabi
> 4. Makanan Halal dan Bersih
> 5. Berpantang Dosa Besar
> 6. Berhati Ikhlas dan Berpantang Tamak
> 7. Bersedekah ( Dermawan )
> 8. Mengurangi Makan dan Tidur
> 9. Zikir Kalimah Toyyibah
> 10. Mengenakan Wewangian
Beberapa hal tersebut diatas apabila
diamalkan, Insya Allah seseorang akan
memiliki cahaya/kekuatan batin yang
kuat sehingga apa yang terprogram
dalam hati akan cepat terlaksana.
1. Z i k i r.
Zikir memiliki pengaruh yang kuat
terhadap kecemerlangan cahaya batin.
Hati yang selalu terisi dengan Cahaya
Zikir akan memancarkan Nur Allah dan
keberadaannya akan mempengaruhi
perilaku yang serba positif.
Kebiasaan melakukan zikir dengan baik
dan benar akan menimbulkan
ketentraman hati dan menumbuhkan
sifat ikhlas. Hikmah zikir amatlah besar
bagi orang yang ingin membangkitkan
kekuatan indera keenamnya ( batin ).
Ditinjau dari sisi ibadah, zikir merupakan
latihan menuju Ikhlasnya hati dan
Istiqomah dalam berkomunikasi dengan
Al Khaliq ( Sang Pencipta ).
Ditinjau dari sisi kekuatan batin, zikir
merupakan metode membentuk dan
memperkuat Niat Hati, sehingga dengan
izin Allah SWT, apa yang terdapat dalam
hati, itu pula yang akan dikabulkan oleh
Allah SWT. Dengan kata lain, zikir
memiliki beberapa manfaat,
diantaranya : Membentuk, Memperkuat
Kehendak, Mempertajam Batin, sekaligus
bernilai Ibadah.
Dengan zikir berarti membersihkan
dinding kaca batin, ibarat sebuah
bohlam lampu yang tertutup kaca yang
kotor, meyebabkan cahaya-sinarnya
tidak muncul keluar secara maksimal.
Melalui zikir, berarti membersihkan
kotoran yang melekat sehingga kaca
menjadi bersih dan cahaya-sinarnya
bisa memancar keluar.
Sampai disini mungkin timbul suatu
pertanyaan. Apakah zikir memiliki
pengaruh terhadap kekuatan batin?
untuk menjawab pertanyaan ini, kiranya
perlu diketahui bahwa hal tersebut
merupakan bagian dari karunia Allah
SWT.
Dalam sebuah Hadist. Bahwa dengan
selalu mengingat Allah menyebabkan
Allah membalas ingat kepada seorang
hamba-Nya “Aku selalu menyertai dan
membantunya, selama ia mengingat
Aku ” karena itu, agar Allah senantiasa
mengingat Anda, perbanyaklah
mengingat-Nya dengan selalu berzikir.
2. Do’a.
Seseorang yang ingin memiliki kekuatan
Rohani pada dirinya, hendaklah
memperbanyak do ’a kepada orang lain,
disamping untuk diri sendiri dan
keluarganya. Caranya, cobalah anda
mendo ’akan seseorang yang anda kenal
dimana orang itu sedang mengalami
kesulitan.
Menurut para Ahli Hikmah, seseorang
yang mendo ’akan sesamanya maka
reaksi do’a itu akan kembali kepadanya,
contohnya : Anda mendo’akan si “A”
yang sedang dirundung duka agar Allah
berkenan mengeluarkan dari kedukaan,
maka yang pertama kali merasakan
reaksi do ’a itu adalah orang yang
mendo’akan, baru setelah itu reaksi
do’anya untuk orang yang dituju.
Karena itu semakin banyak anda berdo’a
untuk kebaikan sahabat, guru anda,
orang yang dikenal / tidak dikenal, siapa
pun juga, maka akan semakin banyak
kebaikan yang akan anda rasakan.
Sebaliknya jika anda berdo ’a untuk
kejelekan si “A” sementara si “A” tidak
patut di do’akan jelek maka reaksi do’a
tersebut akan kembali kepada Anda.
Contohnya : Anda berdo ’a agar si “A”
jatuh dari sepeda motor, maka boleh
jadi anda akan jatuh sendiri dari sepeda
motor, setelah itu baru giliran si “A”.
Tetapi dalam sebuah Hadist disebutkan,
Seseorang yang berdo ’a untuk kejelekan
sesamanya maka do’a itu melayang-
layang di Angkasa, jika orang yang
dido ’akan jelek itu orang zalim maka
Allah SWT akan memperkenankan
do ’anya, sebaliknya jika orang yang
dituju itu orang baik-baik, maka do’a itu
akan kembali menghantam orang yang
berdo ’a.
Dari sini lalu timbul konsep “Saling Do’a
men Do’akan” seperti guru memberikan
atau menghadiahkan do’a berupa surat
Al Fatehah kepada muridnya. Sebaliknya
murid pun berdo ’a untuk kebaikan
gurunya. Lalu siapa yang patut disebut
guru?. Guru adalah orang yang
memberikan informasi pengetahuan
akan suatu ilmu. Dimana ilmu itu
selanjutnya kita amalkan dan
bermanfaat.
Dalam Hadist yang lain disebutkan
bahwa do ’a yang mudah dikabulkan
adalah do’a yang diucapkan oleh
seorang sahabat Secara Rahasia,
Mengapa ?? ini disebabkan karena do’a
itu diucapkan secara Ikhlas. Keikhlasan
memiliki nilai (kekuatan) yang sangat
tinggi.
Karena itu perbanyaklah berdo’a atau
mendo’akan sesama yang sedang
dirundung duka. Insya Allah reaksi dari
do ’a itu akan anda rasakan terlebih
dahulu, selanjutnya baru orang yang
anda do ’akan, semoga .
Di samping itu, mendo’akan seseorang
memiliki nilai dalam membentuk
kepribadian lebih peka terhadap
persoalan orang lain. Jika hal ini dikaitkan
dengan janji Allah ; Bahwa barang siapa
yang mengasihi yang dibumi maka
yang dilangit akan mengasihinya,
berlakulah hukum timbal balik. Siapa
menanam kebajikan ia akan menuai
kebajikan juga, sebaliknya jika ia
menanam kezaliman maka ia pun akan
menuai kezalimannya juga.
3. Shalawat Nabi.
Mungkin sudah sering/ pernah
mendengar nasihat dari orang-orang tua
kita bahwa kalau ada bahaya, kita
disarankan salah satunya adalah untuk
memperbanyak Shalawat kepada Nabi
Muhammad SAW.
Konon dengan mendo’akan keselamatan
kepada Nabi, Allah SWT akan mengutus
para malaikat untuk ganti mendo ’akan
keselamatan kepada orang itu. Dalam
beberapa hadist Rasullullah SAW banyak
kita temukan berbagai keterangan
tentang Afdalnya bershalawat.
Diantaranya : “Setiap do’a itu Terdindingi,
sampai dibacakan Shalawat atas Nabi “.
(HR. Ad- Dailami).
Pada hadist yang lain yang diriwayatkan
oleh Ahmad, Nasa ’I dan Hakim,
Rasullullah SAW bersabda, “Barang
siapa membaca Shalawat untuk Ku
sekali, maka Allah membalas Shalawat
untuknya sepuluh kali dan
menanggalkan sepuluh kesalahan
darinya dan meninggikannya sepuluh
derajat “.
Yang berkaitan dengan urusan kekuatan
batin, terdapat dalam Hadist yang
diriwayatkan Ibnu Najjar dan Jabir,
“ Barangsiapa ber-Shalawat kepada Ku
dalam satu hari seratus kali, maka Allah
SWT memenuhi seratus hajatnya, tujuh
puluh daripadanya untuk kepentingan
akhiratnya dan tiga puluh lagi untuk
kepentingan dunianya ”.
Berdasarkan hadist-hadist itu, benarlah
adanya jika orang-orang tua kita
menyuruh anak-anaknya untuk
memperbanyak shalawat kepada anak
cucunya. Karena selain merupakan
penghormatan kepada junjungannya
juga memiliki dampak yang amat
menguntungkan dunia dan akhirat.
4. Makanan Halal dan Bersih.
Seseorang yang ingin memiliki kekuatan
batin bersumber dari tenaga Ilahiyah
harus memperhatikan makanannya.
Baginya pantang kemasukan makanan
yang haram karena keberadaannya akan
mengotori hati. Makanan yang haram
akan membentuk jiwa yang kasar dan
tidak religius. Makanan yang haram
disini bukan hanya dilihat dari jenisnya
saja ( Misal ; Babi, bangkai, dll. ), tapi
juga dari cara dan proses untuk
mendapatkan makanan tersebut.
Efek dari makanan yang haram ini
menyebabkan jiwa sulit untuk diajak
menyatu dengan hal-hal yang positif,
seperti : dibuat zikir tidak khusuk,
berdo ’a tidak sungguh-sungguh dan hati
tidak tawakal kepada Allah.
Daging yang tumbuh dari makanan
yang haram selalu menuntut untuk
diberi makanan yang haram pula.
Seseorang yang sudah terjebak dalam
lingkaran ini sulit untuk melepaskannya,
sehingga secara tidak langsung
menjadikan hijab atau penghalang
seseorang memperoleh getaran/ cahaya
Illahiyah.
Disebutkan, setitik makanan yang haram
memberikan efek terhadap kejernihan
hati. Ibarat setitik tinta yang jatuh diatas
kertas putih, semakin banyak unsur
makanan haram yang masuk, ibarat
kertas putih yang banyak ternoda tinta.
Sedikit demi sedikit akan hitamlah
semuanya.
Hati yang gelap menutupi hati nurani,
menyebabkan tidak peka terhadap nilai-
nilai kehidupan yang mulia. Seperti kaca
yang kotor oleh debu-debu, sulitlah
cahaya menembus nya. Tapi dengan
zikir dan menjaga makanan haram, hati
menjadi bersih bercahaya.
Begitu halnya jika anda menghendaki
dijaga para malaikat Allah, jangan kotori
diri anda dengan darah dan daging yang
tumbuh dari makanan yang haram.
Inilah mengapa para ahli Ilmu batin
sering menyarankan seorang calon
siswa yang ingin suatu ilmu agar
memulai suatu pelajaran dengan laku
batin seperti puasa.
Konon, puasa itu bertujuan menyucikan
darah dan daging yang timbul dari
makanan yang haram. Dengan kondisi
badan yang bersih, diharapkan ilmu
batin lebih mampu bersenyawa dengan
jiwa dan raga. Bahkan ada suatu
keyakinan bahwa puasa tidak terkait
dengan suatu ilmu. Fungsinya hanya
untuk mempersiapkan wadah yang
bersih terhadap ilmu yang akan
diwadahinya.
5. Berpantang Dosa Besar.
Berpantang melakukan dosa-dosa besar
juga dalam upaya membersihkan
rohani. Di mana secara umum
kemudian dikenal pantangan Ma-Lima
yaitu : Main, Madon, Minum, Maling dan
Madat, yang artinya berjudi, zina,
mabuk-mabukan, mencuri dan
penyalahgunaan narkotika.
Walau lima hal ini belum mencakup
keseluruhan dosa besar tetapi kelimanya
diyakini sebagai biang dari segala dosa.
Judi umpamanya, seseorang yang
sudah terlilit judi andaikan ia seorang
pemimpin maka cendrung korup dan
hanya kecil kejujuran yang masih tersisa
padanya.
Begitu halnya dengan perbuatan seperti
zina, mabuk-mabukan, mencuri, dan
menyalahgunakan narkotika diyakini
sebagai hal yang mampu
menghancurkan kehidupan manusia.
Karena itu orang yang ingin memiliki
kekuatan batin yang hakiki hendaknya
mampu menjaga diri dari lima perkara
ini.
Seseorang yang sudah “Kecanduan”
satu diantara yang lima perkara ini
bukan hanya rendah dipandang Allah,
dipandangan manusia biasa pun ikut
rendah. Nurani yang kotor
menyebabkan do ’a-do’a tidak terkabul.
Beberapa langkah apabila dilakukan
secara konsekuen, Insya Allah
menjadikan manusia “Sakti” Dunia
Akhirat. Getaran batinnya kuat, ibarat
voltage pada lampu yang selalu di
tambah getarannya sementara kaca
yang melingkari lampu itu pun selalu
dibersihkan melalui laku-laku yang
positif.
Hikmah suatu amalan (bacaan) biasanya
terkait dengan perilaku manusianya.
Dalam hadistnya Turmudzi
meriwayatkan, “Seseorang yang
mengucapkan Laa ilaha illallah dengan
memurnikan niat, pasti dibukakan
untuknya pintu-pintu langit, sampai
ucapannya itu dibawa ke Arsy selagi
dosa-dosa besar dijauhi ”.
Hadist ini bisa ditafsiri bahwa suatu
amalan harus diimbangi dengan
pengamalan. Adanya keselarasan antara
ucapan mulut dengan tindakan
menyebabkan orang itu mencapai
hakikatnya “Kekuatan-Kesaktian”.
6. Berhati Ikhlas Berpantang Tamak.
Seseorang yang memiliki hati ikhlas,
tidak rakus dengan dunia lebih memiliki
kepekaan dalam menyerap pelajaraan
ilmu batin. Secara logika, orang yang
berhati ikhlas lebih mudah memusatkan
konsentrasinya pada satu titik tujuan,
yaitu persoalan yang dihadapinya.
Disebutkan bahwa orang yang berhati
ikhlas diperkenankan Allah SWT untuk :
Berbicara, Melihat, Berpikir dan
Mendengar bersama dengan Lidah,
Mata, Hati dan Telinga Allah ( baca hadist
Thabrani ).
Hati yang ikhlas identik dengan ketiadaan
rasa tamak. Orang yang memiliki sifat
ikhlas dan tidak tamak amat disukai
manusia. Rasullullah SAW pernah
didatangi seorang sahabat yang ingin
meminta resep agar disukai Allah SWT
dan disukai sesama manusia. Rasullullah
bersabda : “Jangan rakus dengan Harta
Dunia, tentu Allah akan menyenangimu,
dan jangan tamak dengan hak orang
lain, tentu banyak orang yang
menyenangimu “.
Hadist ini jika dikaitkan dengan
kehidupan para spiritualis mereka
memiliki power pertama kali disebabkan
karena kharismanya, jika seseorang itu
banyak disukai sesamanya maka apa
yang diucapkan pun akan dipercaya.
Sebaliknya walau orang itu berilmu
tinggi tetapi kalau tidak disukai
sesamanya maka apa yang
diucapkannya pun tidak akan ada yang
menggubris.
7. Bersedekah ( Dermawan ).
Bersedekah selain untuk tujuan ibadah
sosial juga memiliki pengaruh terhadap
menyingkirnya bahaya. Banyak hadist
membahas masalah sedekah berkaitan
dengan tolak-balak. Dengan banyak
bersedekah, seseorang akan
memperoleh limpahan rezeki dan
kemenangan.
Rasullullah SAW bersabda : “Wahai
Manusia !! Bertobatlah Kamu kepada
Allah sebelum mati, segeralah Kamu
beramal saleh sebelum Kamu sibuk,
sambunglah hubungan dengan
Tuhanmu dengan memperbanyak zikir
dan memperbanyak amal sedekah
dengan rahasia maupun terang-
terangan. Tuhan akan memberi Kamu
rezeki, pertolongan dan kemenangan ”.
(HR Jabir RA)
Dalam kehidupan bermasyarakat kita
bisa melilhat hikmah dari sedekah ini.
Seseorang yang memiliki jiwa
dermawan amat disukai sesamanya.
Logikannya jika orang itu disukai banyak
orang maka ia jauh dari bahaya.
Kisah nyata terjadi pada suatu daerah.
Dua orang yang sama-sama memiliki
ilmu batin memiliki kebun mangga.
Ketika hampir musim panen, mangga
dari seorang dermawan itu tidak ada
yang mencurinya, sebaliknya kebun
mangga yang milik orang bakhil itu
banyak dicuri anak-anak muda.
Disinyalir, pencurian itu terjadi karena
unsur “Tidak Suka” dengan pemilik
kebun. Sedangkan anak-anak muda itu
mengapa tidak mau mencuri kebun
milik sang dermawan, rata-rata mereka
mengutarakan keengganannya “Ah dia
orang baik kok kita kerjain” katanya, nah
anda ingin menang dan sakti dunia
akhirat ?? perbanyaklah sedekah.
8. Mengurangi Makan dan Tidur.
Sebuah laku tirakat yang universal yang
berlaku untuk seluruh makhluk hidup
adalah puasa. Ulat agar bisa terbang
menjadi kupu-kupu harus berpuasa
terlebih dahulu, ular agar bisa ganti kulit
harus puasa terlebih dahulu dan ayam
agar bisa beranak pun harus puasa
terlebih dahulu.
Secara budaya banyak hal yang dapat
diraih melalui puasa. Orang-orang
terdahulu tanpa mempermasalahkan sisi
ilmiahnya aktivitas puasa telah berhasil
mendapatkan segala daya linuwih atau
keistimewaan melalui puasa yang lazim
disebut tirakat.
Para spiritualis mendapatkan Wahyu
maupun Wisik ( Petunjuk ghoib melalui
puasa terlebih dahulu ). Dan tradisi itu
masih terus dilestarikan orang-orang
zaman sekarang. Intinya sampai
kapanpun orang tetap meyakini dengan
mengurangi makan dalam hal ini adalah
puasa, seseorang akan memperoleh
inspirasi baru, intuisi.
Tradisi kita, ketika secara budaya sudah
tiada lagi tempat untuk bertanya, melalui
puasa seseorang bisa mendapatkan
telinga yang baru dan ketika ia tak lagi
mampu berkata, dengan puasa
seseorang mampu memperoleh mulut
yang baru.
Secara logika, puasa adalah bentuk
kesungguhan yang diwujudkan melalui
melaparkan diri. Hanya orang-orang
yang sungguh-sungguh saja yang
sanggup melakukannya. Aktivitas ini jika
ditinjau dari sisi ilmu batin, menunjukan
bahwa kesungguhan memprogram niat
itu yang akan menghasilkan kelebihan-
kelebihan.
Hati yang diprogram dengan singguh-
sungguh akan menghasilkan seseuatu
yang luar biasa. Karena itu dalam
menempuh ilmu batin, aktivitas puasa
mutlak dibutuhkan. Karena didalam
puasa itu tidak hanya bermakna
melaparkan diri semata. Lebih dari itu,
berpuasa memiliki tujuan manonaktifkan
nafsu syaithoni.
Non aktifnya nafsu secara tidak langsung
meninggikan taraf spiritual manusia,
sehingga orang-orang yang berpuasa
do ’a nya makbul dan apa yang terusik
dalam hatinya sering menjadi
kenyataan.
Menurut Imam Syafi’i dengan berpuasa
seseorang terhindar dari lemah
beribadah, berat badanya, keras hatinya,
tumpul pikirannya dan kebiasaan
mengantuk. Dari penyelidikan ilmiah
puasa diyakini memiliki pengaruh
terhadap kesehatan manusia.
Orang-orang terdahulu memiliki
ketajaman mata batin dan manjur Ilmu
kanuragannya karena kuatnya dalam
Laku Melek atau mengurangi tidur
malam hari. Bahkan burung hantu yang
dilambangkan sebagai lambang ilmu
pengetahuan pun disebabkan karena
kebiasannya “Tafakur ” pada malam
hari.
Dalam filosofi ilmu batin,
memperbanyak tafakur malam hari
menyebabkan seseorang memiliki “Mata
Lebar”, yaitu ketajaman dalam melihat
dan membaca apa-apa yang tersirat
dibalik kemisterian alam semesta ini.
Bahkan ketika agama Islam datang pun
membenarkan informasi sebelumnya
yang dibawa oleh agama lain. Hanya
Islam yang menginformasikan bahwa
dengan ber-Tahajud ketika orang lain
terlelap dalam tidur, menyebabkan
orang itu akan ditempatkan Allah SWT
pada tempat yang terpuji.
Pada keheningan malam terdapat
berbagai hikmah. Melawan “Nafsu” tidur
menuju ibadah kepada Allah SWT dan
dalam suasana hening itu konsentrasi
mudah menyatu. Saat inilah Allah SWT
memberikan keleluasaan kepada hamba-
hamba-Nya guna memohon apa saja
yang diinginkan.
Banyak para spiritualis yang memiliki
keunikan dalam ilmu batin bukan karena
banyaknya ilmu dan panjangnya amalan
yang dibacanya, melainkan karena laku
prihatin pada malam harinya. Insya
Allah seseorang yang membiasakan diri
tafakur dan beribadah pada malam hari,
maka Allah SWT akan memberikan
keberkahan dalam ilmu-ilmunya.
9. Zikir Kalimah Toyyibah.
Ada hal-hal yang tersembunyi dibalik
zikir kalimah Toyyibah “La ilaha illallah”
pertama, zikir ini disebut sebagai sebaik-
baiknya zikir, berdasarkan hadist riwayat
Nasa ’i, Ibnu Majjah, Ibnu Hibban, dan
Hakim “Afdhaluzd dzikri La ilaha
Illallaahu” yang artinya : sebaik-baik zikir
adalah La ilaha illallah.
Kemudian pada hadist yang lain
disebutkan bahwa dengan zikir kalimah
Toyyibah ini menyebabkan pintu langit
terbuka, selagi yang membaca kalimah
itu orang yang menjauhi dosa-dosa
besar. Sedangkan dengan mengamalkan
zikir kalimah ini, sepanjang zikir ini
diamalkan secara tulus ikhlas
mengharap ridho Allah SWT, justru
Allah yang akan mengatur potensi
manusia.
Dalam hadist Qudsy tersurat : “Barang
siapa disibukkan zikir kepada-Ku
sehingga tidak sempat memohon dari-
Ku maka Aku akan memberikan yang
terbaik dari apa saja yang Ku berikan ”.
Artinya : hikmah dari zikir kalimah
Toyyibah itu, seseorang akan diberi
karunia oleh Allah SWT walau jenis
karunia itu tidak dimintanya. Ini Yang
disebut dengan rezeki yang tak terduga-
duga.
Hikmah lain, dari membiasakan diri
berzikir kalimah “La ilaha illallah “, secara
tidak langsung berarti merekam kalimat
itu pada alam bawah sadar manusia.
Seseorang dalam kondisi kritis, kalimat
yang reflek muncul dari alam bawah
sadarnya adalah kalimat yang paling
akrab dengan lidah dan hatinya.
Maka, seseorang yang istiqomah dalam
zikir kalimah “La ilaha illallah “, bila saat
sakaratul maut hendak menjemput,
Insya Allah kalimat itu yang akan
muncul dari mulutnya. Dengan
demikian berlakulah janji Allah SWT
bahwa seseorang yang diakhir hayatnya
mengucapkan kalimat “La ilaha illallah”,
maka sorgalah balasannya.
Menyimak hal-hal dibalik kalimah
Toyyibah ini, ada dua keuntungan yang
bisa kita raih. Pertama keuntungan dunia
berupa ketenangan hati akibat bias dari
aktivitas zikir, juga keuntungan dunia
berupa datangnya karunia yang
dilimpahkan yang lebih baik dibanding
hamba lain yang meminta.
Sedangkan pahala akhiratnya adalah
menemui kematian dengan Khusnul
Khotimah. Semoga kita termasuk
hamba-hamba Allah yang memperoleh
keuntungan dunia akhirat. Amin.
10. Memakai Wewangian.
Kalau kekuatan fisik seseorang
ditentukan dari ototnya. Kekuatan ilmu
batin ditentukan dari roh. Memperkuat
roh, salah satu caranya dengan
wewangian. Karena itu orang yang
sedang mempelajari ilmu batin atau
ingin melestarikan kekuatan ilmu batin
dalam jiwa raganya, ia dituntut selalu
mengenakan wewangian.
Disebutkan, wewangian amat dibenci
setan dan disukai para malaikat.
Pengertian “Wangi” disini bukan sekedar
wangi karena bau minyak wangi. Wangi
yang hakiki adalah wanginya
kepribadian, dan itu berarti Ahlakul
Karimah. Tentu saja, melengkapi antara
syareat dan hakikat itu seseorang
memang disunahkan memakai
wewangian sekaligus menghiasi diri
dengan Ahlak yang baik.
CARA MENAJAMKAN MATA BATHIN

Seluruh kekuatan yang ada didunia
ini, bersumber dari kuasa Allah SWT. Segala
usaha pencapaian manusia dalam
meningkatkan konsentrasi batinnya kepada
Allah, akan memberikan konsesi yang besar
berupa pengetahuan dan kemampuan
melebihi rata-rata orang lain.
CARA MENAJAMKAN MATA BATIN
Mata Batin atau dalam Istilah Tasawuf
Al Bathinah merupakan Indera keenam yang
Allah berikan kepada setiap manusia, Mata
Batin ibarat kaca yang dapat melihat
sesuatu (bercermin) atau ibarat pisau
tumpul yang dapat diasah sampai tajam
sehingga dapat memotong sesuatu benda.
Setiap manusia mempunyai mata batin
yang asal mulanya Allah ciptakan bersih
tanpa ada noda sedikitpun tetapi kemudian
dinodai oleh sifat-sifat buruk dan
keduniawian.
Ketika kita masih kecil mata batin kita masih
bersih sehingga dapat melihat hal-hal yang ghoib
dan mudah menangkap Ilmu Pengetahuan
dengan mudah tetapi setelah kita besar mata batin
kita sudah ternodai oleh sifat-sifat buruk dan
keduniawian sehingga tidak dapat melihat lagi hal-
hal yang ghoib (tertutup), tempat mata hati adalah
Qalbu ( hati nurani ) yang selalu berubah setiap
saat sesuai dengan perbuatan manusia sehari-hari
jika berbuat jahat akan lupa kepada Allah maka
Qalbu itu menjadi kotor dan jika berbuat baik atau
berzikir Qalbu itu akan bersih kembali.
Dalam Hadist Nabi disebutkan : "Hati
manusia itu ibarat sehelai kain putih yang
apabila manusia itu berbuat dosa maka
tercorenglah / ternodailah kain putih
tersebut dengan satu titik noda kemudian
jika sering berbuat dosa lambat-laun
sehelai kain putih itu berubah menjadi
kotor / hitam". Jika hati nurani sudah kotor
maka terkunci nuraninya akan sulit menerima
petunjuk dari Allah.
Ada Empat Tahapan Untuk Menajamkan
atau Membersihkan Mata Batin :
Pertama, Mengosongkan hati dari sifat-sifat
buruk seperti iri, dengki, benci, dan dari sifat
keduniawian.
Kedua, Membuang daya khayal yang
mengganggu keyakinan hati kemudian berpikir
tentang hal-hal yang ghoib yang kita ketahui.
Ketiga, Mendawamkan
( Kontinue ) sholat dan berzikir pada malam hari
karena kesepian malam dapat menambah
kekhusuk-an hati.
Keempat,
Meningkatkan Iman dan Kecintaan kepada Allah
yaitu : mencintai Allah dari segala-galanya selalu
Munajad ( mohon pertolongan Allah ), dan
Istikharoh ( meminta petunjuk dari Allah SWT )
Sabtu, 28 Agustus 2010
ASAL DIRI
MUHAMMAD(insan)--> NUR MUHAMMAD
DZAT ALLAH--> JIBRIL & MUKARABIN
KITAB WASILAH&WASITAH
Alhamdulillahirabbil Alamin wasalatu
wassalamu ala sayiddina mursaliin wa'ala
alihi wa'ashabihi aj'main..
adapun kemudian daripada itu ketahui
olehmu hai salik bahwasanya tiada
sempurna bagi seseorang mengenal diri
melainkan mengetahui akan asal kejadian
diri,yang mula-mula diciptakan oleh Allah
Ta'ala..pasal pada menyatakan asal yang
mula-mula di jadikan oleh Allah seperti pada
sabda Abdullah ibn Abbas (ra) dari junjungan
kita Nabi SAW : yang mula-mula di jadikan
oleh Allah Ta'ala yaitu Nur NabiMu..
> la yaskuluhul lahu'illah = tiada yang
menyebut Allah hanya Allah,
> laya rulahu ilallah = tiada yang melihat
Allah hanya Allah,
>laya budullahu ilallah = tiada yang
menyembah Allah hanya Allah
seperti firman Allah di dalam hadits qudsi :
dzahir tuhan didalam bathin hamba-
nya,manusia itu rahasiaku dan aku pun
rahasianya(insanu sirri wa ana sirrahu)
bermula insan itu rahasiaku dan rahasiaku
itu sifatku dan sifat-ku tiada lain dari
padanya(al insanu sirri wassirri wa
sifatun,wasifatin laghoiri) , pada hakikatnya
bagi Allah katanya Allah kepada
Muhammad..ini di dalam Al-Adzhim..
(jistumul insanu
wanafsuhu,wakalbuhu,warkuhu,wassamahu,wabsarrahu
warruha walisanuhu,wayajiduhu,lahuahila
ana walla ana gairuhu : tubuh manusia dan
hatinya dan
nyawanya,pendengarannya,penglihatannya,tangan
dan kakinya sekalian itu aku nyatakan
dengan diriku bagi dirinya,dan insan itu tiada
lain dari pada aku dan aku pun tiada lain dari
padanya...maka tiada engkau berani akan di
aku selama engkau masih tiada fana di
dalamku,syahtiada ayal,terhila dan yaitu
rupaku padamu..
maka yaitulah yang dipegang oleh orang
arif'billah,firman Allah : wa huwa ma'akum
Ainama kuntum " ada tuhan kamu serta
kamu",wa fi'an fusikum affala tafsiruun "dan
didalam dirimu pun Aku maka tiadalah kamu
lihat akan di Aku,karena Aku terlebih
hampor dekat pada alat matamu yang
putih,terlebih Aku hampir padamu.."
maka memadailah keterangan dan nash
Quran maka sampai disinilah keterangan-
keterangan ajesamm andrakul idrakul
fahwa idrak,bermula lemah dari pada
pendapat maka yaitulah yang di dapat La
Illaha Ila Allah,Ana...tiada tuhan melainkan
Aku...
Adapun La Illaha --> isyarat wujd makhluk,
Ila Allah --> isyarat Qadim
(bersambung..)
Minggu, 15 Agustus 2010
BID'AH
Nabi saw memperbolehkn brbuat
Bid'ah hasanah. Nabi saw memperbolehkn kita
melakukn Bid'ah hasanah selama hal itu baik
dan tidak menentang syariah, sebagaimana
sabda beliau saw: "Barangsiapa membuat buat
hal baru yang baik dalam Islam, maka baginy
pahalanya dan pahala orang yg mengikutiny
dan tak brkurang sedikitpun dari pahalany, dan
barangsiapa membuat buat hal baru yg buruk
dalam Islam, maka baginya dosany dan dosa
orang yg mengikutinya dan tak dikurangkn
sedikitpun dari dosanya" (Shahih Muslim hadits
no.1017, demikian pula diriwayatkan pada Shahih
Ibn Khuzaimah, Sunan Baihaqi Alkubra, Sunan
Addarimiy, Shahih Ibn Hibban dan byk lagi).
Hadits ini menjelaskan makna Bid'ah hasanah
dan Bid'ah dhalalah. Perhatikan hadits beliau saw,
bukankah beliau saw menganjurkan,
maksudnya bila kalian mempunyai suatu
pendapat atau gagasan baru yang membuat
kebaikan atas Islam maka perbuatlah.., alangkah
indahny bimbingan Nabi saw yang tdk
mencekik ummat, beliau saw tahu bahwa
ummatny bkn hidup untuk 10 atau 100
tahun, tp ribuan tahun akn brlanjut dan akan
muncul kemajuan zaman, modernisasi,
kematian ulama, merajalela kemaksiatan, maka
tentunya pastilah diperlukn hal hal yg baru
demi menjaga muslimin lebih trjaga dalam
kemuliaan, demikianlah bentuk kesempurnaan
agama ini, yg tetap akn bisa dipakai hingga
akhir zaman, inilah makna ayat : "ALYAUMA
AKMALTU LAKUM DIINUKUM..", yg artinya
"hari ini Kusempurnakn utk kalian agama
kalian, kusempurnakn pula kenikmatan bagi
kalian, dan kuridhoi Islam sebagai agama kalian",
Maksudny semua ajaran telah sempurna, tak
perlu lagi ada pendapat lain demi memperbaiki
agama ini, semua hal yg baru selama itu baik
sudah masuk dalam kategori syariah dan sdh
direstui oleh Allah dan rasul Nya, alangkh
sempurnanya Islam, Bila yang dimaksud adalah
tidak ada lagi penambahan, maka pendapat itu
salah, karena setelah ayat ini masih ada banyak
ayat ayat lain turun, masalah hutang dll, berkata
para Mufassirin bahwa ayat ini bermakna Makkah
Almukarramah sebelumnya selalu masih
dimasuki orang musyrik mengikuti hajinya
orang muslim, mulai kejadian turunnya ayat ini
maka Musyrikin tidak lagi masuk masjidil haram,
maka membuat kebiasaan baru yang baik boleh
boleh saja. Namun tentunya bukan membuat
agama baru atau syariat baru yang bertentangan
dengan syariah dan sunnah Rasul saw, atau
menghalalkan apa apa yang sudah diharamkan
oleh Rasul saw atau sebaliknya, inilah makna
hadits beliau saw : "Barangsiapa yang membuat
buat hal baru yang berupa keburukan...dst",
inilah yang disebut Bid'ah Dhalalah. Beliau saw
telah memahami itu semua, bahwa kelak zaman
akan berkembang, maka beliau saw
memperbolehkannya (hal yang baru berupa
kebaikan), menganjurkannya dan menyemangati
kita untuk memperbuatnya, agar ummat tidak
tercekik dengan hal yang ada dizaman kehidupan
beliau saw saja, dan beliau saw telah pula
mengingatkan agar jangan membuat buat hal
yang buruk (Bid'ah dhalalah). Mengenai pendapat
yang mengatakan bahwa hadits ini adalah
khusus untuk sedekah saja, maka tentu ini
adalah pendapat mereka yang dangkal dalam
pemahaman syariah, karena hadits diatas jelas
jelas tak menyebutkan pembatasan hanya untuk
sedekah saja, terbukti dengan perbuatan Bid'ah
hasanah oleh para Sahabat dan Tabi in. Siapakah
yang pertama memulai Bid'ah hasanah setelah
wafatnya Rasul saw Ketika terjadi pembunuhan
besar besaran atas para sahabat (Ahlul
yamaamah) yang mereka itu para Huffadh (yang
hafal) Alqur an dan Ahli Alqur an di zaman
Khalifah Abubakar Asshiddiq ra, berkata
Abubakar Ashiddiq ra kepada Zeyd bin Tsabit ra :
"Sungguh Umar (ra) telah datang kepadaku dan
melaporkan pembunuhan atas ahlulyamaamah
dan ditakutkan pembunuhan akan terus terjadi
pada para Ahlulqur an, lalu ia menyarankan agar
Aku (Abubakar Asshiddiq ra) mengumpulkan
dan menulis Alqur an, aku berkata : Bagaimana
aku berbuat suatu hal yang tidak diperbuat oleh
Rasulullah.., maka Umar berkata padaku bahwa
Demi Allah ini adalah demi kebaikan dan
merupakan kebaikan, dan ia terus meyakinkanku
sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku
setuju dan kini aku sependapat dengan Umar,
dan engkau (zeyd) adalah pemuda, cerdas, dan
kami tak menuduhmu (kau tak pernah berbuat
jahat), kau telah mencatat wahyu, dan sekarang
ikutilah dan kumpulkanlah Alqur an dan tulislah
Alqur an..!" Berkata Zeyd : "Demi Allah sungguh
bagiku diperintah memindahkan sebuah gunung
daripada gunung gunung tidak seberat
perintahmu padaku untuk mengumpulkan Alqur
an, bagaimana kalian berdua berbuat sesuatu
yang tak diperbuat oleh Rasulullah saw", maka
Abubakar ra mengatakannya bahwa hal itu
adalah kebaikan, hingga iapun meyakinkanku
sampai Allah menjernihkan dadaku dan aku
setuju dan kini aku sependapat dengan mereka
berdua dan aku mulai mengumpulkan Alqur an".
(Shahih Bukhari hadits no.4402 dan 6768). Nah
saudaraku, bila kita perhatikan konteks diatas
Abubakar shiddiq ra mengakui dengan
ucapannya : "sampai Allah menjernihkan dadaku
dan aku setuju dan kini aku sependapat dengan
Umar", hatinya jernih menerima hal yang baru
(Bid'ah hasanah) yaitu mengumpulkan Alqur an,
karena sebelumnya alqur an belum dikumpulkan
menjadi satu buku, tapi terpisah pisah di hafalan
sahabat, ada yang tertulis di kulit onta, di
tembok, dihafal dll, ini adalah Bid'ah hasanah,
justru mereka berdualah yang memulainya. Kita
perhatikan hadits yang dijadikan dalil menafikan
(menghilangkan) Bid'ah hasanah mengenai
semua Bid'ah adalah kesesatan, diriwayatkan
bahwa Rasul saw selepas melakukan shalat
subuh beliau saw menghadap kami dan
menyampaikan ceramah yang membuat hati
berguncang, dan membuat airmata mengalir..,
maka kami berkata : "Wahai Rasulullah.. seakan
akan ini adalah wasiat untuk perpisahan.., maka
beri wasiatlah kami.." maka rasul saw bersabda :
"Kuwasiatkan kalian untuk bertakwa kepada
Allah, mendengarkan dan taatlah walaupun
kalian dipimpin oleh seorang Budak afrika,
sungguh diantara kalian yang berumur panjang
akan melihat sangat banyak ikhtilaf perbedaan
pendapat, maka berpegang teguhlah pada
sunnahku dan sunnah khulafa urrasyidin yang
mereka itu pembawa petunjuk, gigitlah kuat kuat
dengan geraham kalian (suatu kiasan untuk
kesungguhan), dan hati hatilah dengan hal hal
yang baru, sungguh semua yang Bid;ah itu
adalah kesesatan". (Mustadrak Alasshahihain
hadits no.329). Jelaslah bahwa Rasul saw
menjelaskan pada kita untuk mengikuti sunnah
beliau dan sunnah khulafa urrasyidin, dan
sunnah beliau saw telah memperbolehkan hal
yang baru selama itu baik dan tak melanggar
syariah, dan sunnah khulafa urrasyidin adalah
anda lihat sendiri bagaimana Abubakar shiddiq ra
dan Umar bin Khattab ra menyetujui bahkan
menganjurkan, bahkan memerintahkan hal yang
baru, yang tidak dilakukan oleh Rasul saw yaitu
pembukuan Alqur an, lalu pula selesai
penulisannya dimasa Khalifah Utsman bin Affan
ra, dengan persetujuan dan kehadiran Ali bin Abi
Thalib kw. Nah.. sempurnalah sudah keempat
makhluk termulia di ummat ini, khulafa
urrasyidin melakukan Bid'ah hasanah, Abubakar
shiddiq ra dimasa kekhalifahannya
memerintahkan pengumpulan Alqur an, lalu
kemudian Umar bin Khattab ra pula dimasa
kekhalifahannya memerintahkan tarawih
berjamaah dan seraya berkata : "Inilah sebaik
baik Bid'ah!"(Shahih Bukhari hadits no.1906) lalu
pula selesai penulisan Alqur an dimasa Khalifah
Utsman bin Affan ra hingga Alqur an kini dikenal
dengan nama Mushaf Utsmaniy, dan Ali bin Abi
Thalib kw menghadiri dan menyetujui hal itu.
Demikian pula hal yang dibuat-buat tanpa
perintah Rasul saw adalah dua kali adzan di
Shalat Jumat, tidak pernah dilakukan dimasa
Rasul saw, tidak dimasa Khalifah Abubakar
shiddiq ra, tidak pula dimasa Umar bin khattab ra
dan baru dilakukan dimasa Utsman bin Affan ra,
dan diteruskan hingga kini (Shahih Bulkhari
hadits no.873). Siapakah yang salah dan
tertuduh, siapakah yang lebih mengerti larangan
Bid'ah, adakah pendapat mengatakan bahwa
keempat Khulafa urrasyidin ini tak faham makna
Bid'ah Bid'ah Dhalalah Jelaslah sudah bahwa
mereka yang menolak Bid'ah hasanah inilah
yang termasuk pada golongan Bid'ah dhalalah,
dan Bid'ah dhalalah ini banyak jenisnya, seperti
penafikan sunnah, penolakan ucapan sahabat,
penolakan pendapat Khulafa urrasyidin,
nah..diantaranya adalah penolakan atas hal baru
selama itu baik dan tak melanggar syariah,
karena hal ini sudah diperbolehkan oleh Rasul
saw dan dilakukan oleh Khulafa urrasyidin, dan
Rasul saw telah jelas jelas memberitahukan
bahwa akan muncul banyak ikhtilaf,
berpeganglah pada Sunnahku dan Sunnah
Khulafa urrasyidin, bagaimana Sunnah Rasul
saw, beliau saw membolehkan Bid'ah hasanah,
bagaimana sunnah Khulafa urrasyidin, mereka
melakukan Bid'ah hasanah, maka penolakan atas
hal inilah yang merupakan Bid'ah dhalalah, hal
yang telah diperingatkan oleh Rasul saw. Bila kita
menafikan (meniadakan) adanya Bid'ah hasanah,
maka kita telah menafikan dan memBid'ahkan
Kitab Al-Quran dan Kitab Hadits yang menjadi
panduan ajaran pokok Agama Islam karena
kedua kitab tersebut (Al-Quran dan Hadits) tidak
ada perintah Rasulullah saw untuk
membukukannya dalam satu kitab masing-
masing, melainkan hal itu merupakan ijma/
kesepakatan pendapat para Sahabat Radhiyallahu
anhum dan hal ini dilakukan setelah Rasulullah
saw wafat. Buku hadits seperti Shahih Bukhari,
shahih Muslim dll inipun tak pernah ada perintah
Rasul saw untuk membukukannya, tak pula
Khulafa urrasyidin memerintahkan menulisnya,
namun para tabi in mulai menulis hadits Rasul
saw. Begitu pula Ilmu Musthalahulhadits,
Nahwu, sharaf, dan lain-lain sehingga kita dapat
memahami kedudukan derajat hadits, ini semua
adalah perbuatan Bid'ah namun Bid'ah Hasanah.
Demikian pula ucapan "Radhiyallahu anhu" atas
sahabat, tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah
saw, tidak pula oleh sahabat, walaupun itu di
sebut dalam Al-Quran bahwa mereka para
sahabat itu diridhoi Allah, namun tak ada dalam
Ayat atau hadits Rasul saw memerintahkan
untuk mengucapkan ucapan itu untuk
sahabatnya, namun karena kecintaan para Tabi
in pada Sahabat, maka mereka menambahinya
dengan ucapan tersebut. Dan ini merupakan
Bid'ah Hasanah dengan dalil Hadits di atas, Lalu
muncul pula kini Al-Quran yang di kasetkan, di
CD kan, Program Al-Quran di handphone, Al-
Quran yang diterjemahkan, ini semua adalah
Bid'ah hasanah. Bid'ah yang baik yang berfaedah
dan untuk tujuan kemaslahatan muslimin,
karena dengan adanya Bid'ah hasanah di atas
maka semakin mudah bagi kita untuk
mempelajari Al-Quran, untuk selalu membaca
Al-Quran, bahkan untuk menghafal Al-Quran
dan tidak ada yang memungkirinya. Sekarang
kalau kita menarik mundur kebelakang sejarah
Islam, bila Al-Quran tidak dibukukan oleh para
Sahabat ra, apa sekiranya yang terjadi pada
perkembangan sejarah Islam Al-Quran masih
bertebaran di tembok-tembok, di kulit onta,
hafalan para Sahabat ra yang hanya sebagian
dituliskan, maka akan muncul beribu-ribu Versi
Al-Quran di zaman sekarang, karena semua
orang akan mengumpulkan dan
membukukannya, yang masing-masing dengan
riwayatnya sendiri, maka hancurlah Al-Quran
dan hancurlah Islam. Namun dengan adanya
Bid'ah Hasanah, sekarang kita masih mengenal
Al-Quran secara utuh dan dengan adanya Bid'ah
Hasanah ini pula kita masih mengenal Hadits-
hadits Rasulullah saw, maka jadilah Islam ini
kokoh dan Abadi, jelaslah sudah sabda Rasul
saw yang telah membolehkannya, beliau saw
telah mengetahui dengan jelas bahwa hal hal
baru yang berupa kebaikan (Bid'ah hasanah),
mesti dimunculkan kelak, dan beliau saw telah
melarang hal hal baru yang berupa keburukan
(Bid'ah dhalalah). Saudara saudaraku, jernihkan
hatimu menerima ini semua, ingatlah ucapan
Amirulmukminin pertama ini, ketahuilah ucapan
ucapannya adalah Mutiara Alqur an, sosok
agung Abubakar Ashiddiq ra berkata mengenai
Bid'ah hasanah : "sampai Allah menjernihkan
dadaku dan aku setuju dan kini aku sependapat
dengan Umar". Lalu berkata pula Zeyd bin
haritsah ra :"..bagaimana kalian berdua
(Abubakar dan Umar) berbuat sesuatu yang tak
diperbuat oleh Rasulullah saw, maka Abubakar
ra mengatakannya bahwa hal itu adalah
kebaikan, hingga iapun(Abubakar ra)
meyakinkanku (Zeyd) sampai Allah
menjernihkan dadaku dan aku setuju dan kini
aku sependapat dengan mereka berdua". Maka
kuhimbau saudara saudaraku muslimin yang
kumuliakan, hati yang jernih menerima hal hal
baru yang baik adalah hati yang sehati dengan
Abubakar shiddiq ra, hati Umar bin Khattab ra,
hati Zeyd bin haritsah ra, hati para sahabat, yaitu
hati yang dijernihkan Allah swt, Dan curigalah
pada dirimu bila kau temukan dirimu
mengingkari hal ini, maka barangkali hatimu
belum dijernihkan Allah, karena tak mau
sependapat dengan mereka, belum setuju
dengan pendapat mereka, masih menolak Bid'ah
hasanah, dan Rasul saw sudah
mengingatkanmu bahwa akan terjadi banyak
ikhtilaf, dan peganglah perbuatanku dan
perbuatan khulafa urrasyidin, gigit dengan
geraham yang maksudnya berpeganglah erat
erat pada tuntunanku dan tuntunan mereka.
Allah menjernihkan sanubariku dan sanubari
kalian hingga sehati dan sependapat dengan
Abubakar Asshiddiq ra, Umar bin Khattab ra,
Utsman bin Affan ra, Ali bin Abi Thalib kw dan
seluruh sahabat.. amiin Pendapat para Imam
dan Muhadditsin mengenai Bid'ah 1. Al Hafidh Al
Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris
Assyafii rahimahullah (Imam Syafii) Berkata
Imam Syafii bahwa Bid'ah terbagi dua, yaitu
Bid'ah mahmudah (terpuji) dan Bid'ah
madzmumah (tercela), maka yang sejalan
dengan sunnah maka ia terpuji, dan yang tidak
selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau
berdalil dengan ucapan Umar bin Khattab ra
mengenai shalat tarawih : "inilah sebaik baik
Bid'ah". (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 86-87)
2. Al Imam Al Hafidh Muhammad bin Ahmad Al
Qurtubiy rahimahullah "Menanggapi ucapan ini
(ucapan Imam Syafii), maka kukatakan (Imam
Qurtubi berkata) bahwa makna hadits Nabi saw
yang berbunyi : "seburuk buruk permasalahan
adalah hal yang baru, dan semua Bid'ah adalah
dhalalah" (wa syarrul umuuri muhdatsaatuha wa
kullu bid atin dhalaalah), yang dimaksud adalah
hal hal yang tidak sejalan dengan Alqur an dan
Sunnah Rasul saw, atau perbuatan Sahabat
radhiyallahu anhum, sungguh telah diperjelas
mengenai hal ini oleh hadits lainnya :
"Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik
dalam Islam, maka baginya pahalanya dan
pahala orang yang mengikutinya dan tak
berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan
barangsiapa membuat buat hal baru yang buruk
dalam Islam, maka baginya dosanya dan dosa
orang yang mengikutinya" (Shahih Muslim
hadits no.1017) dan hadits ini merupakan inti
penjelasan mengenai Bid'ah yang baik dan Bid'ah
yang sesat". (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 87)
3. Al Muhaddits Al Hafidh Al Imam Abu Zakariya
Yahya bin Syaraf Annawawiy rahimahullah
(Imam Nawawi) "Penjelasan mengenai hadits :
"Barangsiapa membuat buat hal baru yang baik
dalam Islam, maka baginya pahalanya dan
pahala orang yang mengikutinya dan tak
berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan
barangsiapa membuat buat hal baru yang
dosanya", hadits ini merupakan anjuran untuk
membuat kebiasaan kebiasaan yang baik, dan
ancaman untuk membuat kebiasaan yang
buruk, dan pada hadits ini terdapat pengecualian
dari sabda beliau saw : "semua yang baru adalah
Bid'ah, dan semua yang Bid'ah adalah sesat",
sungguh yang dimaksudkan adalah hal baru
yang buruk dan Bid'ah yang tercela". (Syarh
Annawawi ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105)
Dan berkata pula Imam Nawawi bahwa Ulama
membagi Bid'ah menjadi 5, yaitu Bid'ah yang
wajib, Bid'ah yang mandub, Bid'ah yang mubah,
Bid'ah yang makruh dan Bid'ah yang haram.
Bid'ah yang wajib contohnya adalah
mencantumkan dalil dalil pada ucapan ucapan
yang menentang kemungkaran, contoh Bid'ah
yang mandub (mendapat pahala bila dilakukan
dan tak mendapat dosa bila ditinggalkan) adalah
membuat buku buku ilmu syariah, membangun
majelis taklim dan pesantren, dan Bid;ah yang
Mubah adalah bermacam macam dari jenis
makanan, dan Bid'ah makruh dan haram sudah
jelas diketahui, demikianlah makna pengecualian
dan kekhususan dari makna yg umum,
sebagaimana ucapan Umar ra atas jamaah
tarawih bahwa inilah sebaik2 Bid'ah". (Syarh
Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal
154-155) Al Hafidh AL Muhaddits Al Imam
Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy
rahimahullah Mengenai hadits "Bid'ah Dhalalah"
ini brmakna "Aammun makhsush", (sesuatu
yang umum yg ada pengecualiannya), spt
firman Allah : ".. yang Menghancurkn segala
sesuatu" (QS Al Ahqaf 25) dan kenyataanny
tidak segalanya hancur, (*atau pula ayat :
"Sungguh telah kupastikan ketentuanku untuk
memenuhi jahannam dengan jin dan manusia
keseluruhanny" QS Assajdah-13), dan pd
kenyataannya bkn semua manusia masuk
neraka, tapi ayat itu bukan brmakna
keseluruhan tapi brmakna seluruh musyrikin
dan orang dhalim.pen) atau hadits : "aku dan hari
kiamat bagaikan kedua jari ini" (dan
kenyataanny kiamat masih ribuan tahun setelah
wafatnya Rasul saw) (Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal
189).Maka bila muncul pemahaman di akhir
zaman yang bertentangan dengan pemahamn
para Muhaddits maka mestilah kita brhati hati
dari manakah ilmu mereka, brdasarkn apa
pemahaman mereka, atau seorang yang disebut
imam padahal ia tak mncapai derajat hafidh
atau muhaddits, atau hanya ucapan orang yg
tak punya sanad, hanya menukil menukil hadits
dan mentakwilkan semauny tanpa
memperdulikan fatwa fatwa para Imam
Walillahittaufiq
Selasa, 03 Agustus 2010
Hadith Nasihat

Allah berfirman dalam sebuah Hadis Qudsi,
dipetik dari Kitab Al-Mawa'iz karangan Al-Ghazali :-
Wahai anak-anak Adam,
Aku hairan kepada orang-orang yang yakin
dengan kematian, bagaimana ia masih
bergembira?
Aku hairan orang yang percaya adanya hari
perhitungan, tetapi ia masih leka mengumpul
harta,
Aku hairan orang yang yakin dengan alam kubur,
bagaimana ia masih ketawa?
Aku hairan orang yang yakin tentang hari akhirat,
bagaimana ia masih lagi leka?
Aku hairan orang yang yakin tetang dunia ini akan
musnah, tetapi ia tetap tenang diatasnya.
Aku hairan kepada orang-orang yang alim
lidahnya tetapi jahil tentang hatinya.
Aku hairan kepada orang yang membersih
dengan air tetapi ia tidak membersih dengan hati.
Aku hairan dengan orang yang suka mengambil
tahu tentang keburukan orang lain, sedangkan ia
lupa pada keburukan dirinya,
atau orang yang tahu sesungguhnya Allah akan
membongkar segala maksiat yang ia lakukan,
atau orang yang tahu ia akan mati keseorangan
dan bersendirian di dalam kubur dan akan di
hisab berseorangan, bagaimana ia masih lagi
bersuka ria bersama manusia?
Tidak ada Tuhan selain dari Aku dan Muhammad
itu hamba-Ku dan Rasul-Ku
[ Dipetik daripada Prof Madya Mohd. Uzir
Kamaluddin , Pensyarah UiTM Malaysia ]
Jumat, 30 Juli 2010
Larangan Berfikir tentang Dzat Allah
Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilali
Allah SWT berfirman, yang artinya,
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci
Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa
neraka.'" (Ali 'Imran: 191).
"Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yaag ada di langit
dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan
Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan
bagi orang-orang yang tidak beriman.'" (Yunus:
101).
"Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan
apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah.
yang demikian itu adalah anggapan orang-orang
kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu Karena
mereka akan masuk neraka." (Shaad: 27).
Rasulullah saw. juga bersabda yang artinya,
"Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan
jangan sekali-kali engkau berfikir tentang Dzat
Allah." (Hasan, Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-
Ahaadiits ash-Shahiihah [1788]).
Diriwayatkan dari Fudhalah bin Ubaid r.a., dari
Rasulullah saw., beliau bersabda: "Tiga jenis
orang yang tidak perlu engkau tanyakan lagi
nasibnya; orang yang memisahkan diri dari
jama'ah, ia mendurhakai imam dan mati dalam
keadaan durhaka. Budak wanita atau pria yang
melarikan diri dari tuannya, lalu mati. Dan
seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya
dengan memberi perbekalan yang cukup, lalu
sepeninggal suaminya ia bersolek (untuk lelaki
lain)." Tiga jenis orang yang tidak perlu engkau
tanyakan lagi nasibnya; Orang yang merampas
selendang Allah, sesungguhnya selendang Allah
adalah kesombongan-Nya, sarung-Nya adalah
kemuliaan. Orang yang ragu tentang Allah. Dan
orang yang berputus asa terhadap rahmat Allah."
(Shahih, HR Bukhari dalam al-Adabul Mufrad
[590], Ahmad [IV/19], Ibnu Hibban [4559], Ibnu
Abi 'Ashim dalam as-Sunnah [89], dan al-Bazzar
[84]).
Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah
saw. bersabda, "Sesungguhnya syaitan
mendatangi salah seorang dari kamu, lalu
mengatakan, 'Siapakah yang telah
menciptakanmu?' ' Allah!' jawabnya. Lalu syaitan
bertanya lagi: 'Lalu siapakah yang menciptakan
Allah?' Jika kalian menghadapi hal seperti ini, maka
hendaklah ia mengucapkan, 'Aku beriman kepada
Allah dan Rasul-rasul-Nya.' Sesungguhnya,
ucapan itu dapat menghilangkan waswas syaitan
itu." (Shahih, HR Ahmad [VI/258] dan Ibnu
Hibban dalam al-Mawarid [41])
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dari
Rasulullah saw., beliau bersabda, "Sesungguhnya
syaitan mendatangi salah seorang dari kamu, lalu
berkata, 'Siapakah yang telah menciptakan ini?
Siapakah yang telah menciptakan itu?' Hingga
syaitan berkata kepadanya: 'Siapakah yang
menciptakan Rabb-mu?' Jika sudah sampai
demikian, maka hendaklah ia berlindung kepada
Allah dengan mengucapkan isti'adzah dan
berhenti." (HR Bukhari [3276] dan Muslim [134]).
Dari jalur lain diriwayatkan dengan lafazh.
"Hampir tiba masanya orang-orang saling
bertanya sesama mereka. Sehingga ada yang
bertanya, ' Allah telah menciptakan ini dan itu, lalu
siapakah yang menciptakan Allah?' Jika mereka
mengatakan seperti itu, maka bacakanlah,
'Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Mahaesa.' Allah
adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala
urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula
diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang
setara dengan Dia.' (Al-Ikhlas: 1-4). Kemudian,
hendaklah ia meludah ke kiri sebanyak tiga kali,
lalu berlindung kepada Allah dari gangguan
syaitan dengan mengucapkan isti'adzah." (HR
Abu Dawud [4732], An-Nasa'i dalam 'Amalul
Yaum wal Lailah [460], Abu Awanah [I/81-82],
Ibnu Abdil Barr dalam at-Tamhiid [VII/146]).
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., ia berkata,
"Rasulullah saw. bersabda, ' Allah SWT berfirman,
'Sesungguhnya ummatku akan terus-menerus
bertanya apa ini, apa itu?' Hingga mereka
bertanya, ' Allah telah menciptakan ini dan itu lalu
siapakah yang menciptakan Allah'" (HR Muslim
[136]).
Dalam riwayat lain ditambahkan, "Pada saat
seperti itu mereka tersesat." (Shahih, HR Ibnu Abi
Ashim dalam as-Sunnah [647]).
Kandungan Bab:
1. Allah SWT. telah menganjurkan dalam Kitab-Nya
agar berfikir dan bertadabbur. Anjuran ini ada dua
macam.
Pertama, anjuran mentadabburi ayat-ayat Al-
Qur'an dan ayat-ayat-Nya yang dapat disimak.
Agar seorang hamba dapat memahami maksud
Allah swt dan dapat meyakini kehebatan atau Al-
Qur'an sebagai Kalamullah dan mukjizat yang
tidak ada kebathilan di dalamnya, dari depan
maupun dari belakang. Sebagaimana yang Allah
SWT firmankan, "Maka apakah mereka tidak
memperhatikan al-Qur-an? kalau kiranya al-Qur-
an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka
mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya." (An-Nisaa': 82).
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-
Qur'an ataukah hati mereka
terkunci?" (Muhammad: 24).
Kedua, anjuran memikirkan keagungan ciptaan
Allah, kerajaan dan kekuasaan-Nya, serta ayat-
ayat yang dapat disaksikan, agar seorang hamba
dapat merasakan keagungan al-Khaliq, dapat
mengakui Al-Qur'an. Sebagaimana yang Allah
SWT. firmankan, "Katakanlah, 'Perhatikanlah apa
yang ada di langit dan di bumi.'" (Yunus: 101).
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka
tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah
bumi dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas
bagi mereka, bahwa Al-Qur'an itu benar. Dan
apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu), bahwa
sesungguhnya Dia menyaksikan segala
sesuatu." (Fushshilat: 53).
2. Memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah swt
yang dapat disaksikan dan mentadabburi ayat-
ayat Allah yang dapat disimak tidaklah dibatasi
dengan keadaan atau waktu tertentu seperti yang
dibuat-buat oleh kaum sufi atau ahli kalam,
dengan menggunakan istilah renungan pemikiran
dan lainnya, dalilnya adalah firman Allah SWT,
"(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan
berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya
Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka." (Ali 'Imran:
191).
3. Dzat Allah tidak akan bisa terjangkau oleh akal
pikiran dan tidak akan bisa dikira-kirakan. Allah
SWT. berfirman, "Sedangkan ilmu mereka tidak
dapat meliputi ilmu-Nya." (Thaahaa: 110). Karena
Dzat Allah Mahaagung dan Mahatinggi dari
kandungan permisalan dan qiyas.
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata,
sedang Dia dapat melihat segala yang penglihatan
itu." (Al-An'aam: 103).
Dan bagi al-Khaliq, tidak ada penyerupaan,
tandingan dan juga permisalan, "Dan tidak ada
sesuatu pun yang setara dengan Dia." (Al-Ikhlash:
4). Oleh sebab itulah melalui lisan Rasul-Nya, Allah
Yang Mahabijaksana melarang berfikir tentang
Dzat-Nya Yang Mahasuci.
4. Berfikir tentang Dzat Allah akan menggiring
pelakunya kepada keragu-raguan tentang Allah.
Dan siapa saja yang ragu tentang Allah, pasti
binasa. Sebab ia akan dicecar oleh pertanyaan-
pertanyaan membingungkan yang lahir dari
permikiran sesat, " Allah menciptakan ini dan itu
lalu siapakah yang menciptakan Allah?"
Pertanyaan itu pada hakikatnya sangat kontradiktif
dan kabur maksudnya. Sebab Allah adalah
Pencipta bukan makhluk! Allah SWT berfirman,
"Dia tidak beranak dan tiada pula
diperanakkan." (Al-Ikhlash: 3).
Penyatuan dan perkara yang saling kontradiktif
adalah sebuah kekeliruan, bahkan sebuah
kemustahilan dan ketidakmungkinan. Karena
kesamaran itulah, syaitan menerobos masuk ke
dalam hati manusia sehingga mereka ragu
tentang Allah. Pertanyaan itu pada hakikatnya
menyamakan Allah (ak-Khaliq) dengan makhluk.
Tanpa ragu lagi. Makhluk pasti ada yang
menciptakannya. Akan tetapi pertanyaan tidak
berhenti sampai di situ, bahkan dilanjutkan
dengan pertanyaan tentang siapa yang
menciptakan Pencipta. Maka, jatuhlah ia dalam
penyerupaan al-Khaliq dengan makhluk, wal
'iyaadzubillaah.
5. Pengobatan untuk waswas Iblis dan pemikiran-
pemikiran syaitan ini, yaitu mengikuti tata cara Al-
Qur'an dan As-Sunnah yang dijelaskan oleh
Rasulullah saw.:
1. Membaca surat Al-Ikhlash.
2. Meludah ke kiri sebanyak tiga kali.
3. Berlindung kepada Allah swt dari gangguan
syaitan yang terkutuk dengan membaca
isti'adzah.
4. Mengatakan, "Aku beriman kepada Allah dan
rasul-rasul-Nya.:
5. Memutus waswas dan menghentikan
keraguannya.
6. Bimbingan Nabawi tadi merupakan cara yang
paling mujarab untuk mengobati penyakit
waswas dan lebih ampuh untuk memutusnya
daripada cara jidal (perdebatan) logika yang
sempit yang pada umumnya malah membuat
orang bingung. Hendaklah orang yang waras
akalnya memperhatikan benar sabda Nabi,
"Sesungguhnya hal itu dapat menghilangkannya."
Jadi, siapa saja yang melakukannya semata-mata
ikhlas karena Allah dan ketaatan kepada Rasul-
Nya, maka syaitan pasti lari.
7. Kaum Salafush Shalih menerapkan metodologi
Al-Qur'an dalam memutus waswas ini.
Diriwayatkan dari Abu Zumail, ia berkata, "Aku
bertanya kepada Ibnu Abbas r.a., kukatakan
padanya, 'Ada suatu perkara yang terlintas dalam
hatiku.'" "Apa itu?" tanya beliau. "Demi Allah, aku
tidak ingin membicarakannya!" jawabku pula.
Beliau berkata, "Adakah itu sesuatu yang
membuatmu ragu?" Beliau tersenyum, lalu
berkata, "Tidak ada seorang pun yang terhindar
dari hal itu. Namun Allah SWT telah menurunkan
firman-Nya, "Maka, jika kamu (Muhammad)
berada dalam keragu-raguan tentang apa yang
Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah
kepada orang-orang yang membaca al-Kitab
sebelum kamu." (Yunus: 94) Lalu ia berkata
kepadaku, "Jika engkau merasakan sesuatu yang
meragukan di dalam hati, maka katakanlah, 'Dia-
lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan
Yang Bathin; dan Dia Mahamengetahui segala
sesuatu.'" (Al-Hadiid: 3). (Shahih, HR Abu Daud
[5110]).
Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin 'Ied al-
Hilali, Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis
Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi
Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah,
terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi'i,
2006), hlm. 91-98
Allah SWT berfirman, yang artinya,
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci
Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa
neraka.'" (Ali 'Imran: 191).
"Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yaag ada di langit
dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan
Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan
bagi orang-orang yang tidak beriman.'" (Yunus:
101).
"Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan
apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah.
yang demikian itu adalah anggapan orang-orang
kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu Karena
mereka akan masuk neraka." (Shaad: 27).
Rasulullah saw. juga bersabda yang artinya,
"Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan
jangan sekali-kali engkau berfikir tentang Dzat
Allah." (Hasan, Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-
Ahaadiits ash-Shahiihah [1788]).
Diriwayatkan dari Fudhalah bin Ubaid r.a., dari
Rasulullah saw., beliau bersabda: "Tiga jenis
orang yang tidak perlu engkau tanyakan lagi
nasibnya; orang yang memisahkan diri dari
jama'ah, ia mendurhakai imam dan mati dalam
keadaan durhaka. Budak wanita atau pria yang
melarikan diri dari tuannya, lalu mati. Dan
seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya
dengan memberi perbekalan yang cukup, lalu
sepeninggal suaminya ia bersolek (untuk lelaki
lain)." Tiga jenis orang yang tidak perlu engkau
tanyakan lagi nasibnya; Orang yang merampas
selendang Allah, sesungguhnya selendang Allah
adalah kesombongan-Nya, sarung-Nya adalah
kemuliaan. Orang yang ragu tentang Allah. Dan
orang yang berputus asa terhadap rahmat Allah."
(Shahih, HR Bukhari dalam al-Adabul Mufrad
[590], Ahmad [IV/19], Ibnu Hibban [4559], Ibnu
Abi 'Ashim dalam as-Sunnah [89], dan al-Bazzar
[84]).
Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah
saw. bersabda, "Sesungguhnya syaitan
mendatangi salah seorang dari kamu, lalu
mengatakan, 'Siapakah yang telah
menciptakanmu?' ' Allah!' jawabnya. Lalu syaitan
bertanya lagi: 'Lalu siapakah yang menciptakan
Allah?' Jika kalian menghadapi hal seperti ini, maka
hendaklah ia mengucapkan, 'Aku beriman kepada
Allah dan Rasul-rasul-Nya.' Sesungguhnya,
ucapan itu dapat menghilangkan waswas syaitan
itu." (Shahih, HR Ahmad [VI/258] dan Ibnu
Hibban dalam al-Mawarid [41])
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dari
Rasulullah saw., beliau bersabda, "Sesungguhnya
syaitan mendatangi salah seorang dari kamu, lalu
berkata, 'Siapakah yang telah menciptakan ini?
Siapakah yang telah menciptakan itu?' Hingga
syaitan berkata kepadanya: 'Siapakah yang
menciptakan Rabb-mu?' Jika sudah sampai
demikian, maka hendaklah ia berlindung kepada
Allah dengan mengucapkan isti'adzah dan
berhenti." (HR Bukhari [3276] dan Muslim [134]).
Dari jalur lain diriwayatkan dengan lafazh.
"Hampir tiba masanya orang-orang saling
bertanya sesama mereka. Sehingga ada yang
bertanya, ' Allah telah menciptakan ini dan itu, lalu
siapakah yang menciptakan Allah?' Jika mereka
mengatakan seperti itu, maka bacakanlah,
'Katakanlah: 'Dialah Allah, Yang Mahaesa.' Allah
adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala
urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula
diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang
setara dengan Dia.' (Al-Ikhlas: 1-4). Kemudian,
hendaklah ia meludah ke kiri sebanyak tiga kali,
lalu berlindung kepada Allah dari gangguan
syaitan dengan mengucapkan isti'adzah." (HR
Abu Dawud [4732], An-Nasa'i dalam 'Amalul
Yaum wal Lailah [460], Abu Awanah [I/81-82],
Ibnu Abdil Barr dalam at-Tamhiid [VII/146]).
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a., ia berkata,
"Rasulullah saw. bersabda, ' Allah SWT berfirman,
'Sesungguhnya ummatku akan terus-menerus
bertanya apa ini, apa itu?' Hingga mereka
bertanya, ' Allah telah menciptakan ini dan itu lalu
siapakah yang menciptakan Allah'" (HR Muslim
[136]).
Dalam riwayat lain ditambahkan, "Pada saat
seperti itu mereka tersesat." (Shahih, HR Ibnu Abi
Ashim dalam as-Sunnah [647]).
Kandungan Bab:
1. Allah SWT. telah menganjurkan dalam Kitab-Nya
agar berfikir dan bertadabbur. Anjuran ini ada dua
macam.
Pertama, anjuran mentadabburi ayat-ayat Al-
Qur'an dan ayat-ayat-Nya yang dapat disimak.
Agar seorang hamba dapat memahami maksud
Allah swt dan dapat meyakini kehebatan atau Al-
Qur'an sebagai Kalamullah dan mukjizat yang
tidak ada kebathilan di dalamnya, dari depan
maupun dari belakang. Sebagaimana yang Allah
SWT firmankan, "Maka apakah mereka tidak
memperhatikan al-Qur-an? kalau kiranya al-Qur-
an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka
mendapat pertentangan yang banyak di
dalamnya." (An-Nisaa': 82).
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-
Qur'an ataukah hati mereka
terkunci?" (Muhammad: 24).
Kedua, anjuran memikirkan keagungan ciptaan
Allah, kerajaan dan kekuasaan-Nya, serta ayat-
ayat yang dapat disaksikan, agar seorang hamba
dapat merasakan keagungan al-Khaliq, dapat
mengakui Al-Qur'an. Sebagaimana yang Allah
SWT. firmankan, "Katakanlah, 'Perhatikanlah apa
yang ada di langit dan di bumi.'" (Yunus: 101).
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka
tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah
bumi dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas
bagi mereka, bahwa Al-Qur'an itu benar. Dan
apakah Rabbmu tidak cukup (bagi kamu), bahwa
sesungguhnya Dia menyaksikan segala
sesuatu." (Fushshilat: 53).
2. Memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah swt
yang dapat disaksikan dan mentadabburi ayat-
ayat Allah yang dapat disimak tidaklah dibatasi
dengan keadaan atau waktu tertentu seperti yang
dibuat-buat oleh kaum sufi atau ahli kalam,
dengan menggunakan istilah renungan pemikiran
dan lainnya, dalilnya adalah firman Allah SWT,
"(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan
berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya
Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka." (Ali 'Imran:
191).
3. Dzat Allah tidak akan bisa terjangkau oleh akal
pikiran dan tidak akan bisa dikira-kirakan. Allah
SWT. berfirman, "Sedangkan ilmu mereka tidak
dapat meliputi ilmu-Nya." (Thaahaa: 110). Karena
Dzat Allah Mahaagung dan Mahatinggi dari
kandungan permisalan dan qiyas.
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata,
sedang Dia dapat melihat segala yang penglihatan
itu." (Al-An'aam: 103).
Dan bagi al-Khaliq, tidak ada penyerupaan,
tandingan dan juga permisalan, "Dan tidak ada
sesuatu pun yang setara dengan Dia." (Al-Ikhlash:
4). Oleh sebab itulah melalui lisan Rasul-Nya, Allah
Yang Mahabijaksana melarang berfikir tentang
Dzat-Nya Yang Mahasuci.
4. Berfikir tentang Dzat Allah akan menggiring
pelakunya kepada keragu-raguan tentang Allah.
Dan siapa saja yang ragu tentang Allah, pasti
binasa. Sebab ia akan dicecar oleh pertanyaan-
pertanyaan membingungkan yang lahir dari
permikiran sesat, " Allah menciptakan ini dan itu
lalu siapakah yang menciptakan Allah?"
Pertanyaan itu pada hakikatnya sangat kontradiktif
dan kabur maksudnya. Sebab Allah adalah
Pencipta bukan makhluk! Allah SWT berfirman,
"Dia tidak beranak dan tiada pula
diperanakkan." (Al-Ikhlash: 3).
Penyatuan dan perkara yang saling kontradiktif
adalah sebuah kekeliruan, bahkan sebuah
kemustahilan dan ketidakmungkinan. Karena
kesamaran itulah, syaitan menerobos masuk ke
dalam hati manusia sehingga mereka ragu
tentang Allah. Pertanyaan itu pada hakikatnya
menyamakan Allah (ak-Khaliq) dengan makhluk.
Tanpa ragu lagi. Makhluk pasti ada yang
menciptakannya. Akan tetapi pertanyaan tidak
berhenti sampai di situ, bahkan dilanjutkan
dengan pertanyaan tentang siapa yang
menciptakan Pencipta. Maka, jatuhlah ia dalam
penyerupaan al-Khaliq dengan makhluk, wal
'iyaadzubillaah.
5. Pengobatan untuk waswas Iblis dan pemikiran-
pemikiran syaitan ini, yaitu mengikuti tata cara Al-
Qur'an dan As-Sunnah yang dijelaskan oleh
Rasulullah saw.:
1. Membaca surat Al-Ikhlash.
2. Meludah ke kiri sebanyak tiga kali.
3. Berlindung kepada Allah swt dari gangguan
syaitan yang terkutuk dengan membaca
isti'adzah.
4. Mengatakan, "Aku beriman kepada Allah dan
rasul-rasul-Nya.:
5. Memutus waswas dan menghentikan
keraguannya.
6. Bimbingan Nabawi tadi merupakan cara yang
paling mujarab untuk mengobati penyakit
waswas dan lebih ampuh untuk memutusnya
daripada cara jidal (perdebatan) logika yang
sempit yang pada umumnya malah membuat
orang bingung. Hendaklah orang yang waras
akalnya memperhatikan benar sabda Nabi,
"Sesungguhnya hal itu dapat menghilangkannya."
Jadi, siapa saja yang melakukannya semata-mata
ikhlas karena Allah dan ketaatan kepada Rasul-
Nya, maka syaitan pasti lari.
7. Kaum Salafush Shalih menerapkan metodologi
Al-Qur'an dalam memutus waswas ini.
Diriwayatkan dari Abu Zumail, ia berkata, "Aku
bertanya kepada Ibnu Abbas r.a., kukatakan
padanya, 'Ada suatu perkara yang terlintas dalam
hatiku.'" "Apa itu?" tanya beliau. "Demi Allah, aku
tidak ingin membicarakannya!" jawabku pula.
Beliau berkata, "Adakah itu sesuatu yang
membuatmu ragu?" Beliau tersenyum, lalu
berkata, "Tidak ada seorang pun yang terhindar
dari hal itu. Namun Allah SWT telah menurunkan
firman-Nya, "Maka, jika kamu (Muhammad)
berada dalam keragu-raguan tentang apa yang
Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah
kepada orang-orang yang membaca al-Kitab
sebelum kamu." (Yunus: 94) Lalu ia berkata
kepadaku, "Jika engkau merasakan sesuatu yang
meragukan di dalam hati, maka katakanlah, 'Dia-
lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan
Yang Bathin; dan Dia Mahamengetahui segala
sesuatu.'" (Al-Hadiid: 3). (Shahih, HR Abu Daud
[5110]).
Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin 'Ied al-
Hilali, Al-Manaahisy Syar'iyyah fii Shahiihis
Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi
Larangan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah,
terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi'i,
2006), hlm. 91-98
Selasa, 27 Juli 2010
Mematikan diri
adapun yang mematikan diri yang berhuruf dan
bernama ALLAH itu demikian caranya :
1. menafikan huruf Alif,
2. Lam Awal,
3. Lam Akhir,
4. Ha
adapun huruf-huruf yang demikian ;
1. Alif = Allahusamma wati wal Ardh,
2. Lam Awal = Lillah husamma wati wal Ardh,
3. Lam Akhir = Lahulmulku samma wati wal
Ardh,
4. Ha = Wal awallu wal akhirru Wal Dzahiru wal
Batiinu
jadi jikalau demikian diri kita yang dzahir itu nyata
fana sekali2 tiada mempunyai apa-apa lagi (min
adami ila wujdin,wamin wujdin ila Adami) jadi
maksudnya dari pada kita diri yang dzahir walau
sehelai rambut pun telah tiada mempunyai lagi
apa-apa..
tiada boleh dikatakan ada lagi pada ilmu-
nya,hanya diri yang bathin jua ialah yang
bernama Muhammad..seperti firman Allah ta'ala
dalam hadits Qudsi : Ku jadikan semesta sekalian
alam ini karenamu yaa Muhammad,Ku jadikan
akan dikau karenaKu yaa Muhammad..
Adapun dzat mutlak yang dinamakan oleh kaum
ahli sufi akan Dia 'Asyiq itu ialah Ta'yin
Hakikat,Ta'yin hakikat ke duanya adanya jua
bukan dari padanya jua,maka tatkala hendak
menyatakan IradatNya dari kodratNya maka asal
Ta'yin hakikat itu dinamakan A'yan sabitah,yaitu
ibarat cermin maka limpahlah wujd mutlak itu
seperti yang di dalam cermin..
ahmad muhammad allah
I . O
allah
titik namanya ; Ahdiat
adapun pertama,titik pindah wadah semata-mata
maka ilmu A'yan sabitah hakikat tubuh
Muhammad yaitu asal sekalian Nyawa
adanya..kitab ini adalah dabitan dari kitab Babul
haqq dan jadi kitab berencong..dengan perkataan
perkenalan kepada Allah jangan susah mencari
Allah,Allah telah lenyap menjadi nyawa sekalian
batang tubuh..
--jangan susah mencari billah,
--billah ada didalam tubuh,
--jangan susah mencari Allah,
--Allah ada di dalam tubuh
yaitu Nur Allah,dimana ada Nur-nya tentu tiada
terputus dari yang punya Nur tersebut..bersatu
tetapi tiada sekutu itulah antaranya kita dengan
Allah..
bernama ALLAH itu demikian caranya :
1. menafikan huruf Alif,
2. Lam Awal,
3. Lam Akhir,
4. Ha
adapun huruf-huruf yang demikian ;
1. Alif = Allahusamma wati wal Ardh,
2. Lam Awal = Lillah husamma wati wal Ardh,
3. Lam Akhir = Lahulmulku samma wati wal
Ardh,
4. Ha = Wal awallu wal akhirru Wal Dzahiru wal
Batiinu
jadi jikalau demikian diri kita yang dzahir itu nyata
fana sekali2 tiada mempunyai apa-apa lagi (min
adami ila wujdin,wamin wujdin ila Adami) jadi
maksudnya dari pada kita diri yang dzahir walau
sehelai rambut pun telah tiada mempunyai lagi
apa-apa..
tiada boleh dikatakan ada lagi pada ilmu-
nya,hanya diri yang bathin jua ialah yang
bernama Muhammad..seperti firman Allah ta'ala
dalam hadits Qudsi : Ku jadikan semesta sekalian
alam ini karenamu yaa Muhammad,Ku jadikan
akan dikau karenaKu yaa Muhammad..
Adapun dzat mutlak yang dinamakan oleh kaum
ahli sufi akan Dia 'Asyiq itu ialah Ta'yin
Hakikat,Ta'yin hakikat ke duanya adanya jua
bukan dari padanya jua,maka tatkala hendak
menyatakan IradatNya dari kodratNya maka asal
Ta'yin hakikat itu dinamakan A'yan sabitah,yaitu
ibarat cermin maka limpahlah wujd mutlak itu
seperti yang di dalam cermin..
ahmad muhammad allah
I . O
allah
titik namanya ; Ahdiat
adapun pertama,titik pindah wadah semata-mata
maka ilmu A'yan sabitah hakikat tubuh
Muhammad yaitu asal sekalian Nyawa
adanya..kitab ini adalah dabitan dari kitab Babul
haqq dan jadi kitab berencong..dengan perkataan
perkenalan kepada Allah jangan susah mencari
Allah,Allah telah lenyap menjadi nyawa sekalian
batang tubuh..
--jangan susah mencari billah,
--billah ada didalam tubuh,
--jangan susah mencari Allah,
--Allah ada di dalam tubuh
yaitu Nur Allah,dimana ada Nur-nya tentu tiada
terputus dari yang punya Nur tersebut..bersatu
tetapi tiada sekutu itulah antaranya kita dengan
Allah..
Kitab Barencong,Datu Sanggul/Datu muning
Bismillahirahmanirahiim
Rakam yaitu Mengenal,
1.Maksudnya mengenal yang sebenar-benarnya
diri/mengetahui asalnya diri supaya tahu yang
sebenarnya agar mengenal akan Tuhan,
2.Ini agar meng-Esa-kan yang sebenar-benarnya
diri kepada Allah Ta'Ala agar jangan sampai
Murakabah yang bersusunan pada Ilmu-Nya..
Adapun jua maksud Rakam yang 1&2 itu
menerangkan keadaan perkakas isi tubuh yang
dzahir & yang bathin,maka jika sudah pula
diketahui seperti ini hendaknya di fana-kan agar
tetap ke-Esa an-Nya dan tidak siapa pun jua yang
dapat menduakan-Nya/Allah saja yang Tunggal/
Esa,Demikianlah maksudnya..
Kemudian daripada itu disinilah saya mulai
menerangkan,yang bernama Diri itu ada 2 Bagian:
--Diri yang Dzahir,
--Diri yang Bathin.
adapun diri yang Dzahir itu asal daripada unsur
Adam,Adam unsurnya memiliki 4 perkara,yaitu :
1.Api,
2.Angin,
3.Air,
4.Tanah
Dan berikut ini penjabaran/makna dari tulisan/
huruf ALLAH yang sering kita lihat dalam kaligrafi,
--ALIF ---> Api,
--LAM AWAL --> Angin,
--LAM AKHIR --> Air,
--HA --> TANAH/BUMI
1. adapun Api itu terbit dari Diri yang Bathin jua
yang berhuruf ALIF bernama DZAT yang menjadi
rahasia hurufnya pada kita,
2. adapun Angin itu terbit dari Diri yang Bathin jua
yang berhuruf LAM AWAL bernama SIFAT yang
menjadi nyawa pada kita/Nafas kita,
3. adapun Air itu terbit jua dari Diri kita yang
Bathin,berhuruf LAM AKHIR bernama ASMA yang
menjadi HATI pada kita (Air Nuthfah&Air Liur),
4. adapun Tanah/Bumi itu pula terbit dari Diri
yang Bathin jua berhuruf HA bernama AF'AL
menjadi tingkah Laku pada kita..
Jadi,demikianlah Diri kita yang Dzahir ini terbit dari
bayang-bayang kita yang Bathin jua dan adanya
Huruf yang bertuliskan ALLAH,tapi jangan sampai
saudara mengakui bahwa saudara adalah Tuhan
karena Diri kita yang Dzahir ini hanyalah Tulisan
(Ingat,hanya sebatas Huruf/Tulisan) yang
berlafadz ALLAH,untuk itulah Allah Ta'Ala
menciptakan tulisan/huruf tersebut agar kita
mengenal Diri kita yang Dzahir..
Kemudian daripada itu setelah kita mengetahui
Diri kita yang Dzahir hendaklah kita ketahui Diri
kita yang Bathin pula,agar dapat kita kenal akan
Tuhan melalui Diri yang Bathin sebagaimana
seperti sebuah sabda yang sangat dikenal oleh
para kaum sufi "Man Arafa Nafsahu Fa Qad Arafa
Rabbahu" barang siapa mengenal sebenar-
benarnya Diri Niscaya Diri akan mengenal
Tuhannya...tetapi sebelum kita mengenal akan
Diri kita yang Bathin,hendaklah mati dahulu
sebelum mati Diri kita yang Dzahir tadi,seperti
Sabda Nabi SAW "Mutu Kabla Anta Mutu" jikalau
telah kita matikan Diri yang Dzahir tadi,barulah
nyata dari kita yang Bathin yang bernama
sebenar-benarnya DIRI..
Simbol pemahaman Datu Sanggul/Datu Muning/
Syekh Abdus Samad/Ahmad Sirajul Huda/Syekh
Jalil,tentang keTuhanan ialah dari Bumi Naik ke
Langit maksudnya beliau mengenal Hakikat Tuhan
berdasarkan apa-apa yang telah diciptakan-Nya
(Alam Semesta) sehingga dari pemahaman
terhadap alam semesta itulah menghantarkan
pada kebenaran sejati yakni ALLAH SWT,karena
memang dari alam dan bahkan pada Diri
sendirilah (manusia) terdapat tanda-tanda
kekuasaan-NYA bagi yang
mentafakurrinya..dengan kata lain ilmu Tasawuf
Datu Sanggul adalah ilmu Laduni yang telah di
karuniakan oleh ALLAH SWT kepada beliau,karena
itu orang yang mempelajari Tasawuf pada
dasarnya bisa menggabungkan 2 sumber acuan
pokok,yakni :
1.berdasarkan Wahyu (Qauliyah),
2.berdasarkan tanda-tanda ayat-NYA (Qauniyah)
yang terpampang jelas pada alam atau makhluk
ciptaan-NYA..
"Tidak memakai ilmu atau bacaan tertentu,hanya
menjaga keluar masuknya Nafas kapan ia keluar
dan kapan ia masuk" sehingga secara rutin dapat
melaksanakan sholat ke masjidil haram setiap hari
jum'at...(kira-kira seperti itulah beberapa patah
kata yang pernah di katakan Datu Sanggul kepada
Datu Kalampayan/Syekh Muhammad Arsyad Al
Banjari) kata-kata yang diucapakan beliau tersebut
diatas juga sama seperti yang pernah di ucapkan
oleh Mawlana Abdul Khaliq Al Ghujdawani qs
tentang "Hosh Dar Dam/Bernafas secara Sadar"
dan Imam Tariqah Syah Naqsyaband qs "...(jalan)
ini dibangun diatas jalan nafas (pondasi) nafas,jadi
adalah keharusan seseorang menjaga nafasnya
dikala menghirup dan membuang nafasnya...."
salah satu karya Datu Sanggul yang spektakuler
ialah membuat tatalan/tatakan kayu besi(ulin)
menjadi soko guru mesjid di desa
tatakan,sebagaimana yang pernah dilakukan oleh
Sunan Kalijaga ketika membuat soko guru pada
Mesjid Demak..
salam cinta dan sejahtera untuk seluruh makhluk-
Nya yang penuh Cinta,jaya jaya Indonesia
Jaya,Jaya Nusantara,di laut kita jaya,di udara kita
jaya apalagi di darat !!!
Rakam yaitu Mengenal,
1.Maksudnya mengenal yang sebenar-benarnya
diri/mengetahui asalnya diri supaya tahu yang
sebenarnya agar mengenal akan Tuhan,
2.Ini agar meng-Esa-kan yang sebenar-benarnya
diri kepada Allah Ta'Ala agar jangan sampai
Murakabah yang bersusunan pada Ilmu-Nya..
Adapun jua maksud Rakam yang 1&2 itu
menerangkan keadaan perkakas isi tubuh yang
dzahir & yang bathin,maka jika sudah pula
diketahui seperti ini hendaknya di fana-kan agar
tetap ke-Esa an-Nya dan tidak siapa pun jua yang
dapat menduakan-Nya/Allah saja yang Tunggal/
Esa,Demikianlah maksudnya..
Kemudian daripada itu disinilah saya mulai
menerangkan,yang bernama Diri itu ada 2 Bagian:
--Diri yang Dzahir,
--Diri yang Bathin.
adapun diri yang Dzahir itu asal daripada unsur
Adam,Adam unsurnya memiliki 4 perkara,yaitu :
1.Api,
2.Angin,
3.Air,
4.Tanah
Dan berikut ini penjabaran/makna dari tulisan/
huruf ALLAH yang sering kita lihat dalam kaligrafi,
--ALIF ---> Api,
--LAM AWAL --> Angin,
--LAM AKHIR --> Air,
--HA --> TANAH/BUMI
1. adapun Api itu terbit dari Diri yang Bathin jua
yang berhuruf ALIF bernama DZAT yang menjadi
rahasia hurufnya pada kita,
2. adapun Angin itu terbit dari Diri yang Bathin jua
yang berhuruf LAM AWAL bernama SIFAT yang
menjadi nyawa pada kita/Nafas kita,
3. adapun Air itu terbit jua dari Diri kita yang
Bathin,berhuruf LAM AKHIR bernama ASMA yang
menjadi HATI pada kita (Air Nuthfah&Air Liur),
4. adapun Tanah/Bumi itu pula terbit dari Diri
yang Bathin jua berhuruf HA bernama AF'AL
menjadi tingkah Laku pada kita..
Jadi,demikianlah Diri kita yang Dzahir ini terbit dari
bayang-bayang kita yang Bathin jua dan adanya
Huruf yang bertuliskan ALLAH,tapi jangan sampai
saudara mengakui bahwa saudara adalah Tuhan
karena Diri kita yang Dzahir ini hanyalah Tulisan
(Ingat,hanya sebatas Huruf/Tulisan) yang
berlafadz ALLAH,untuk itulah Allah Ta'Ala
menciptakan tulisan/huruf tersebut agar kita
mengenal Diri kita yang Dzahir..
Kemudian daripada itu setelah kita mengetahui
Diri kita yang Dzahir hendaklah kita ketahui Diri
kita yang Bathin pula,agar dapat kita kenal akan
Tuhan melalui Diri yang Bathin sebagaimana
seperti sebuah sabda yang sangat dikenal oleh
para kaum sufi "Man Arafa Nafsahu Fa Qad Arafa
Rabbahu" barang siapa mengenal sebenar-
benarnya Diri Niscaya Diri akan mengenal
Tuhannya...tetapi sebelum kita mengenal akan
Diri kita yang Bathin,hendaklah mati dahulu
sebelum mati Diri kita yang Dzahir tadi,seperti
Sabda Nabi SAW "Mutu Kabla Anta Mutu" jikalau
telah kita matikan Diri yang Dzahir tadi,barulah
nyata dari kita yang Bathin yang bernama
sebenar-benarnya DIRI..
Simbol pemahaman Datu Sanggul/Datu Muning/
Syekh Abdus Samad/Ahmad Sirajul Huda/Syekh
Jalil,tentang keTuhanan ialah dari Bumi Naik ke
Langit maksudnya beliau mengenal Hakikat Tuhan
berdasarkan apa-apa yang telah diciptakan-Nya
(Alam Semesta) sehingga dari pemahaman
terhadap alam semesta itulah menghantarkan
pada kebenaran sejati yakni ALLAH SWT,karena
memang dari alam dan bahkan pada Diri
sendirilah (manusia) terdapat tanda-tanda
kekuasaan-NYA bagi yang
mentafakurrinya..dengan kata lain ilmu Tasawuf
Datu Sanggul adalah ilmu Laduni yang telah di
karuniakan oleh ALLAH SWT kepada beliau,karena
itu orang yang mempelajari Tasawuf pada
dasarnya bisa menggabungkan 2 sumber acuan
pokok,yakni :
1.berdasarkan Wahyu (Qauliyah),
2.berdasarkan tanda-tanda ayat-NYA (Qauniyah)
yang terpampang jelas pada alam atau makhluk
ciptaan-NYA..
"Tidak memakai ilmu atau bacaan tertentu,hanya
menjaga keluar masuknya Nafas kapan ia keluar
dan kapan ia masuk" sehingga secara rutin dapat
melaksanakan sholat ke masjidil haram setiap hari
jum'at...(kira-kira seperti itulah beberapa patah
kata yang pernah di katakan Datu Sanggul kepada
Datu Kalampayan/Syekh Muhammad Arsyad Al
Banjari) kata-kata yang diucapakan beliau tersebut
diatas juga sama seperti yang pernah di ucapkan
oleh Mawlana Abdul Khaliq Al Ghujdawani qs
tentang "Hosh Dar Dam/Bernafas secara Sadar"
dan Imam Tariqah Syah Naqsyaband qs "...(jalan)
ini dibangun diatas jalan nafas (pondasi) nafas,jadi
adalah keharusan seseorang menjaga nafasnya
dikala menghirup dan membuang nafasnya...."
salah satu karya Datu Sanggul yang spektakuler
ialah membuat tatalan/tatakan kayu besi(ulin)
menjadi soko guru mesjid di desa
tatakan,sebagaimana yang pernah dilakukan oleh
Sunan Kalijaga ketika membuat soko guru pada
Mesjid Demak..
salam cinta dan sejahtera untuk seluruh makhluk-
Nya yang penuh Cinta,jaya jaya Indonesia
Jaya,Jaya Nusantara,di laut kita jaya,di udara kita
jaya apalagi di darat !!!
Minggu, 18 Juli 2010
Bagaimana Dosa Kecil Menjadi Besar
Ketika setan dikeluarkan dari sorga dan diberi
kesempatan oleh Allah SWT untuk hidup sampai
hari qiyamat, ia berjanji di hadapan Allah SWT
akan menyesatkan hamba-hamba-Nya dengan
segala cara sehingga tidak di dapati kecuali hanya
sedikit dari manusia ini yang selamat. Setan akan
mengajak manusia dari perkara yang paling besar
yaitu mempersekutukan Allah SWT. Kalau tidak
bisa dengan perkara yang lebih kecil lagi seperti
dosa-dosa besar, dan begitu seterusnya sehingga
hal sekecil apapun tidak pernah dilewatkan oleh
setan. Oleh karena itu Allah SWT memerintahkan
kita agar menjadikan setan sebagai musuh,
sebagaimana firman-Nya:
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang
nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu),
karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya
mengajak golongannya supaya mereka menjadi
penghuni neraka yang menyala-nyala. (QS. 35:6)
Kita mungkin bisa menghindari dari dosa besar
seperti zina, mencuri, dan dosa-dosa besar
lainnya, tapi tidak bisa menghindari dosa kecil
hanya karena alasan dosanya kecil. Padahal kalau
kita melihat dalil-dalil syar'i, beberapa dosa
tersebut dapat menjadi besar. Dan memang inilah
cara-cara setan dalam memperdaya umat ini.
Oleh karena itu begitu lihainya syetan
menggunakan kesempatan. Allah SWT
memerintahkan kepada kita agar menjauhkan diri
dari segala yang dilarang, yang besar maupun
yang kecil. Allah SWT berfirman yang artinya:
Dan apa yang dilarangnya bagimu maka
tinggalkanlah;. (QS. 59:7)
Bagaimana dosa-dosa kecil menjadi besar?
1. Dilakukan terus-menerus
Misalnya seorang laki-laki memandang wanita
dan ini adalah zina mata, namun zina mata lebih
kecil dari zina kemaluan. Tapi dengan
melakukannya terus-menerus maka dia akan
menjadi besar . Sebab tidak ada dosa kecil kalau
dilakukan terus-menerus, sebagaimana dikatakan
seorang salaf:' Tidak ada yang namanya dosa
kecil kalau dilakukan terus-menerus dan tidak ada
dosa besar apabila diiringi dengan taubat".
2. Karena diremehkan
Sesungguhnya perbuatan dosa itu apabila
dianggap berat oleh seorang hamba akan
menjadi kecil di sisi Allah SWT. Karena anggapan
sebuah dosa sebagai dosa yang besar berpangkal
dari hati yang benci kepadanya dan berupaya
menghindarinya.
3. Apabila seorang hamba merasa senang
melakukannya
Perasaan bangga gembira dan senang terhadap
dosa, menjadikan dosa tersebut menjadi besar.
Ketika rasa senang kepada dosa kecil sudah
mendominasi diri seseorang, maka menjadi
besarlah dosa kecil tersebut, dan besar pula
pengaruhnya untuk menghitamkan hatinya.
Sampai-sampai ada yang merasa bangga karena
bisa melakukan sebuah dosa, padahal
kegembiran pada sebuah dosa lebih besar dari
dosa itu sendiri. Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar
(berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di
kalangan orang-orang yang beriman, bagi
mereka azab yang pedih di dunia dan di
akhirat.Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui. (QS. 24:19)
Misalnya seperi orang yang berkata: Tidakkah
kamu tahu bagaiman aku membuntuti fulan dan
berhasil melihatnya" atau ucapan-ucapan dan
perbuatan lainnya yang menunjukkan sikap
bangga dan senang atas perbuatan dosa. Maka
semua itu menjadikan dosa yang semula kecil
menjadi besar.
4. Apabila menyepelekan tabir Allah SWT
yang menutupi kesalahannya, kasih sayang-
Nya dan keramahan-Nya
Sikap santainya dalam melakukan dosa, tidak
adanya rasa takut kepada Allah SWT dan
pengawasan-Nya. Perasaan aman dari siksa Allah
SWT adalah gamnbaran dari menyepelekan tabir
Allah SWT. Dia tidak sadar bahwa perbuatannya
itu mendatangkan murka Allah SWT. Ibnu Abbas
r.a. berkata: Wahai orang yang berdosa, jangan
merasa aman dari akibat buruknya. Tatkala suatu
dosa diikuti oleh sesuatu yang lebih besar dari
dosa, jika kamu melakukan dosa, tanpa merasa
malu terhadap pengawas yang ada di kanan
kirimu, maka kamu berdosa, dan menyepelekan
dosa itu lebih besar dari dosa itu sendiri,…,
kegembiraanmu dengan dosa ketika kamu sudah
melakukannya, itu lebih besar dari dosa itu
sendiri, kesedihanmu atas suatu dosa ketika ia
lepas darimu (tidak dapat melaksanakannya,
maka itu lebih besar dari dosa itu sendiri.
Kekhawatiranmu terhadap angin ketika ia
menggerakkan daun pintumu pada saat kamu
sedang melakukan dosa serta hatimu tidak
pernah risau dengan pengawasan Allah SWT
kepadamu, maka itu lebih besar dari dosa itu
sendiri".
5. Mujaharah
Yakni apabila seseorang melakukan dosa dengan
terang-terangan di depan umum atau dengan
menceritakannya kepada orang lain padahal jika ia
tidak menceritakannya orang lain tidak ada yang
tahu, kecuali dia dengan Rabbnya. Dengan sikap
ini berarti ia telah mengundang hasrat orang lain
untuk melakukan dosa tersebut dan secara tidak
langsung ia telah mengajak orang lain untuk ikut
melakukannya. Dalam hal ini ia telah melakukan
dua hal sekaligus yaitu dosa itu sendiri ditambah
mujaharahnya, sehingga dosanya pun menjadi
besar. Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap umatku dapat diampuni dosa-dosanya
kecuali orang yang mengekspos dosa-nya.
Contoh dari mengekspos dosa adalah seorang
yang melakukan dosa dimalam hari, kemudian
pada pagi harinya, padahal Allah SWT telah
menutupi dosanya, ia mengatakan:Wahai fulan,
tadi malam saya telah melakukan demikian dan
demikian. Di malam hari Allah SWT telah
menutupi perbuatan dosanya, namun di pagi
harinya justru ia sendiri yang menyiarkannya".
(HR: Bukhari 5721, Baihaqi 17373, Dailami 4795)
6. Jika dilakukan oleh orang yang menjadi
panutan
Seorang yang diangap panutan, baik ia seorang
ulama atau seorang direktur perusahaan, kepala
sekolah atau siapa saja yang mempunyai
pengaruh, sehingga apabila ia melakukan suatu
dosa orang-orang akan mengikutinya, maka dosa
yang dilakukannya itu menjadi besar. Sebab
dosa-dosa orang yang mengikutinya akan
menjadi tanggungannya. Rasulullah SAW
bersabda:
'Barangsiapa yang membuat dalam Islam tradisi
yang buruk, maka dibebankan kepadanya dosa
yang buruk itu dan dosa orang yang
mengerjakannya sesudahnya tanpa mengurangi
dosa-dosa mereka sedikitpun. (HR: Muslim 1017,
Ahmad 19179-19197)
Rasulullah SAW ketika menulis surat kepada
Najasyi ( Asyhamah bin Al-Aabjar) Raja Habasyah
(Ethiopia), Juraij bin Mata yang bergelas Muqauqis
raja Mesir, Kisra raja Persia, Heraqlius raja
Romawi dalam rangka mengajak mereka ke
dalam Islam. Di antara isi surat tersebut
disebutkan bahwa jika mereka menolak, maka
mereka akan menanggung dosa semua
kaumnya. Hal ini tiada lain karena mereka adalah
panutan bagi kaum mereka. Jika mereka masuk
Islam maka dengan sendirinya mereka juga akan
masuk Islam, walaupun tidak semuanya.
Ini adalah sebagian yang menyebabkan dosa kecil
menjadi besar, kalau ada di antara kita yang
pernah salah karena pernah melakukan hal yang
tersebut, hendaklah kita bertaubat kepada Allah
SWT, janganlah kita menunda-nunda karena tidak
ada yang bisa menjamin kalau kita masih akan
hidup sampai esok hari, sebab berapa banyak
tanaman yang rusak sebelum keluar tunasnya.
Semoga Allah SWT memberikan kepada kita
taufik-Nya.
Jamaluddin
Maraji':
1. Saatnya bertaubat, Muhammad bin Husain
Yakqub, Darul haq.
2. Bahaya Dosa dan perngaruhnya,
Muhammad bin Ahmad Rasyid Ahman, At-
Tibyan.
3. Minhajul Qashidin, Ibnu Quddamah, Al-
Kautsar.
4. Raudhatul Anwar FiSirati An-Nabi Al-
Mukhtar.
kajian dibawakan oleh ummi_ninasupri
silahkan tulis commentar anda disini. Terima kasih...........................!!
Langganan:
Postingan (Atom)
